Seminar Internasional Maulud Rasul 1438 H

UMI Makassar – Keluarga Besar UMI menyelenggarakan Seminar Internasional Maulud Rasul 1438 H di Auditorium Al-Jibra Kampus 2 UMI (28/11). Hadir sejumlah Rektor Perguruan Tinggi Islam dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Bahkan perwakilan Jamiatul Islamiyah Serawak-Malaysia, Singapura juga turut hadir. Keynote Speaker Dr.KH.Aswin Rose Yusuf. Hadir pula Ketua Yayasan Wakaf UMI H.M.Mokhtar Noerjaya, Rektor UMI Prof.Dr.Hj.Masrurah Mokhtar, para wakil rektor dan sejumlah pimpinan fakultas dan lembaga serta 1.000 partisipan lainnya.

Rektor UMI dalam sambutannya menyatakan pentingnya memiliki akhlaqul karimah, karena Rasulullah diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlaq manusia. “Rasulullah membangun masyarakat Madinah yang damai dan modern didasari dengan akhlaqul karimah,” ujarnya.

Dikatakan pula, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama UMI dengan Pengurus Pusat Jamiatul Islamiyah. Untuk itu disampaikan terima kasih kepada pembina Jamiyatul Islamiah Dr.KH.Aswin Rose Yusuf atas kesediaannya menjadi Keynote Speaker. Demikian pula kepada seluruh peserta, terutama utusan dari Malaysia dan Singapura dihaturkan terima kasih atas antusiasme dan perhatiannya mengikuti seminar ini.

Sekjen Jamiyatul Islamiyah Prof.Dr.H.Azhar Arsyad, M.A menyatakan, pembina Jamiyatyul Islamiyah Dr.KH.Aswin Rose Yusuf adalah orang yang mendapatkan ilmu ladunniy. Beliau memperoleh ilmu langsung dari Allah Swt ketika beliau berada di dalam Ka’bah selama 45 menit. Ia menyatakan setelah mengetahui ilmu tersebut, ia sebarkan ke berbagai belahan dunia, seperti baru-baru ini Ketua Pembina Jamiyatul Islamiyah berkunjung ke Jepang dan mengislamkan beberapa orang disana. Demikian pula di beberapa negara lainnya.

Dr.KH.Aswin Rose Yusuf menyatakan merasa terhormat diundang oleh Rektor UMI menjadi pembicara di UMI. Dikatakannya kenapa Nabi diutus untuk menyempurnakan akhlaqul kariymah? Kenapa bukan Allah langsung yang memperbaiki akhlaq manusia? Karena hakekatnya manusia itu gelap jiwanya. Hanya dengan petunjuk Nabi dan Rasul sehingga jiwa itu terang, dan itulah yang bersemayam dalam dada manusia sehingga dimuliakan, sebagaimana Allah berfirman: Inna akrmakum indallaahi athqaakum (yang paling mulia disisi Tuhan adalah yang paling taqwa).

Dikatakannya, manusia tidak sempurna, maka untuk kesempurnaan manusia ditiupkanlah ruh. Tidak ada artinya manusia tanpa ruh. Ruhlah yang berfikir, ruhlah yang merasa dan bertindak dengan panca indra. Dikatakan pula jika manusia sakit, bukan dokter yang menyembuhkan tetapi Allah SWT.

Dipertanyakan pula kenapa Nabi Muhammad diberi gelar Saw? Bukan as (alaihissalam)? Karena Nabi Muhammad sebagai saksi atas hamba yang beribadah kepada Allah SWT. Karena umat yang ikut pada ajaran Rasul pasti akan ikut Allah SWT. Oleh karena itu, Allah menyempurnakan akhlaq manusia. Terutama kehadiran Islam mengangkat derajat wanita. Tanpa wanita manusia tidak bisa berkembang dan manusia tidak akan pernah menjadi Allah. Suara hati manusia tunduk pada agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Karena itu, peliharalah hati, semua peperangan, bersumber dari dalam hati manusia. Bahkan manusia semakin pintar semakin lupa pada dirinya.

“Siapa Allahu Akbar? Dalam Doa iftitah jawabannya. Dialah yang menciptakan dunia dan langit. Itulah perlunya memperingati Maulud Rasul agar mampu mengingat Rasulullah yang diberikan nikmat yang terpancar dari kebenaran,” kuncinya.

(Humas UMI)

Previous UMI Juara Favorit Lomba Karya Tulis Ilmiah
Next Siti Hardiyanti Dahab, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMI, Terpilih Ikuti Asia Pacific Future Leader Conference 2016

You might also like

BEM Se-Indonesia Kumpul di UMI

UMI Makassar – Temu dan Seminar Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se Nusantara ke 8, dengan tema “Desain Strategis Negara: Optimisme Menghadapi ASEAN Economic Community yang Berkeadilan Nusantara” dibuka oleh

Rakernas BKS PTIS di UIR Akan Dihadiri Wapres

UMI Makassar – Dalam rangka memantapkan pelaksanaan rapat kerja nasional badan kerjasama perguruan tinggi Islam swasta (BKS PTIS) maka dilaksanakan rapat evaluasi pengurus harian dan panitia lokal di Universitas Islam

207 Mahasiswa UMI Ikuti Seleksi ON MIPA PT 2017

UMI Makassar – Seleksi Olimpiade Nasional bidang Matematika dan IPA Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) diikuti 207 mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, yang dilaksanakan di Kampus II UMI, Rabu 21