Makassar, umi.ac.id – Ikatan perdaudaraan sesama alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) memang terbilang sangat erat. Baru satu minggu lebih bersua lewat akun group Facebook bernama Alumni UMI se-Indonesia, mereka langsung menggelar reuni virtual via zoom, Sabtu (17/5/2020).

Diketahui, group yang dikelola oleh bidang kemahasiswaan Wakil Rektor III UMI ini telah memiliki member sekitar 10 ribu lebih.

Reunian bertajuk ‘Merangkai Silaturahmi, Memperkuat Ukhuwah Alumni UMI’ menghadirkan langsung Rektor UMI, Prof. Dr. H. Basri Modding, SE.,M.Si. sebagai pembicara utama didampingi WR III UMI Prof. Dr. H. La Ode Husen, SH.,MH.

Saling sapa hingga saling mengingatkan momen masa lalu menghiasi acara tersebut. Pesantren Padang Lampe sampai kegiatan KKN setiap angkatan tidak luput dari bahasan alumni dari berbagai program studi hingga jurusan se-UMI itu.

Dalam kesempatan itu, Rektor UMI menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh alumni yang dengan bangga menegasikan sebagai alumni kampus UMI.

“Dalam catatan, kita sudah memiliki kurang lebih 1000 alumni yang telah terserap di berbagai lapangan pekerjaan, dan juga tidak sedikit yang menjadi interpreneur dengan membuka lapangan kerja,” ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI.

Kampus swasta terakreditasi institusi A pertama di Indonesia Timur ini, kata Mantan Direktur Pascasarjana UMI ini, memiliki branding yang baik tidak luput dari citra yang dibangun oleh setiap alumni dimana pun berada.

Sementara itu, tampak seluruh alumni yang hadir dalam silaturahim virtual itu bersepakat untuk mengkonsolidasikan gerakan positif demi membuat UMI lebih dikenal lagi di masyarakat luas.

Para alumni UMI mengakui bahwa kampus yang berdiri 23 Juni 1954 ini telah meletakkan infrastruktur pendidikan menuju perguruan tinggi berkelas internasional.

“Almamater Hijau mendunia. Kita lihat saja saat ini capaian demi capaian di berbagai tingkat hingga internasional,” papar seorang Alumni Fakultas Hukum UMI.

Sedang, salah seorang alumni Fakuktas Ekonomi UMI, Mardiana Rusli menyebutkan, sebagai alumni ia siap mendorong terciptanya regenerasi UMI yang mampu menduduki posisi strategis di berbagai tempat. Diakuinya, sebagai institusi pendidikan dan dakwah, UMI terbilang sukses mendorong alumni yang berkualitas di berbagai sektor.

“Saya pernah menjadi seorang anggota KPU Sulsel. Sebagai alumni ini catatan baik. Hanya saja kita masih perlu membentuk kader-kader yang memilih fokus pada isu atau gerakan sosial tertentu. Misalnya soal politik, kita masih jarang ambil bagian seperti akademisi untuk banyak membicarakan atau menjadi salah satu tim penting di penyelenggaraan pemilu,” papar Ana, sapaan akrabnya.

(HUMAS)