Silaturrahim sivitas akademika UMI dengan Prof.Dr.H.Masdar F.Mas’udi di ruang Rapat Senat Kampus 2 UMI Jl.Urip Sumoharjo Km.05 Makassar (21/10). Hadir para wakil Rektor UMI, pimpinan fakultas dan lembaga dalam lingkup UMI.

Prof. Masdar F Mas’udi menyatakan persoalan konsep dasar kebernegaraan, dimana posisi kebernegaraan ada gejala dan virus yang meragukan kebernegaraan kita. Demikian pula hubungan antara Islam dan negara dimana-mana ada gejolak politik, terutama di negara-negara Islam.

Ada beberapa persoalan, terutama terkait kebutuhan pokok masyarakat bawah, demikian pula masalah politik serta persoalan ideologi. Munculnya wacana negara Islam Indonesia sudah mulai marak lagi. Apakah orang Islam menolak konsep negara Islam?

Apakah Islam secara ekplisit menyebut negara Islam, misalnya daulah Islam. Prof Masudi menyatakan ternyata tidak ada teks Alquran yang eqivalen dengan negara Islam. Yang ada hanyalah darul Islam yang penduduknya mayoritas Islam, seperti Islam di Indonesia. Nabi juga tidak pernah menyebutkan negara madinah.  Dikatakan pula ketika nama agama dipakai sebagai atribut negara, lazimnya penguasa menggunakan agama untuk melanggengkan kekuasaannya, sehingga akan menghasilkan penguasa yang diktator. Kalau begitu apakah Islam tidak bicara tentang konsep negara? Jawabannya menurt Pengurus PB NU ini bahwa Islam memandang negara sebagai sesuatu yang powerful selain Tuhan. Makanya jika negara melakukan kebaikan akan menguntungkan jutaan orang demikian pula jika negara jahat akan menyengsarakan rakyat banyak. Islam bicara tentang negara dengan tujuan mewujudkan keadilan yang tidak diskriminatif. Islam juga berbicara cara mewujudkan keadilan dengan musyawarah.Untuk itu kebernegaraan kita sudah final dengan kondisi keislaman yang seperti sekarang dengan dasar negara Pancasila.

(Humas UMI)