Status Akreditasi Perguruan Tinggi, Akreditasi Prodi, dan Program Unggulan menjadi pertimbangan utama siswa asal Jawa dan Sumatera dalam memilih perguruan tinggi.

Sebanyak 75 orang siswa yang lulus seleksi dari tahap seleksi sebelumya, telah mengikuti Seleksi Calon Mahasiswa Baru (Camaba) Universitas Muslim Indonesia (UMI) mendahului Pendaftaran Maba Reguler yang baru dimulai pada tanggal 2 Mei 2020.

Seleksi dilakukan dalam dua tahap yakni online dan offline bekerjasama dengan Medcom.id. Seleksi tahap kedua secara offline dilakukan tanggal 19 Desember 2019, di Jakarta International Veledrome.

Rektor UMI, Prof. Basri Modding menjelaskan kerjasama dengan Medcom.id bertujuan mendukung kebijakan perluasan akses pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah. Kerjasama dengan Medcom.id dimaksudkan untuk meningkatkan kuantitas perolehan masukan (input) peserta didik berkualitas sebagai bagian penting dari dihasilkannya luaran yang berkualitas.

“Penjaringan ini dimaksudkan untuk mendapatkan Camaba berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia yang selanjutnya akan menjadi pelopor atau pioner dalam meningkatkan prestasi mahasiswa UMI dalam berbagai ajang terutama kreativitas mahasiswa serta olahraga dan seni”,ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

Prof. Basri Modding menambahkan “kerjasama dengan Medcom.id sangat penting untuk keberhasilan implementasi kebijakan pemerintah dalam penyediaan pendidikan berkualitas bagi masyarakat luas. Program kerjasama ini sifatnya terobosan sehingga tidak menggunakan kuota Camaba 2020/2021 yang berjumlah 4.500 orang yang diumumkan minggu ini .

Penjaringan yang dilakukan secara online dan offline telah diikuti oleh siswa berasal dari Jawa dan Sumatera sebanyak 42 orang (56 persen) dan dari Kawasan Indonesia Timur sebanyak 33 orang (44 persen).

Rizqi Mohammad Paqih, siswa SMA IT Situwangi Garut, Jawa Barat menyampaikan, “Saya memilih UMI menjadi tempat melanjutkan pendidikan dikarenakan UMI telah terakreditasi perguruan tinggi A atau Unggul serta memiliki sejumlah Program Unggulan yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lain diantaranya Pendidikan Karakter.

M. Kurniawansyah Ritongan siswa SMA 10 Kaur, Bengkulu menyatakan “Saya memilih kuliah di UMI karena memiliki sejumlah jurusan yang berkualitas dan diperlukan untuk kemajuan Bangsa Indonesia. UMI diantaranya memiliki Jurusan Ilmu Kelautan yang sangat diperlukan untuk memanfaatkan potensi kelautan yang selama ini belum dioptimalkan dan dijarah oleh negara lain”. Kurniawansyah mengharapkan UMI terus berkembang menjadi perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Ketua Panitia Penerimaan Maba UMI, Dr.Ir.Hanafi Ashad,MT (18/4) menyampaikan “penjaringan Camaba bekerjasama dengan Medcom.id dalam program Online Scholarship Competition (OSC) didasarkan pada kriteria Potensi Akademik (bobot 40), Sikap (20), Daya Inovasi (25), dan Penguasaan Bahasa Asing (15). Berdasarkan hasil evaluasi ditetapkan telah lolos seleksi sebanyak 21 orang atau 28 persen untuk melanjutkan Pendidikan di UMI”. Para Camaba diharapkan telah melakukan registrasi pada tanggal 3 – 18 Agustus 2020. “Hasil seleksi kerjasama dengan Medcom.id tersebut tidak termasuk dalam kuota 4.500 orang Camaba 2020/2021 yang diumumkan baru-baru ini”, tegas Dr. Hanafi.

Sementara itu, Wakil Rektor V, Prof.M.Hattah Fattah menjelaskan “perluasan sebaran asal peserta didik akan terus ditingkatkan termasuk seleksi penerimaan mahasiswa asal luar negeri pada tahun depan dengan indikator tingginya minat mahasiswa asing mengikuti International Summer Course yang akan dilaksanakan UMI pada bulan Juni 2020”.

(HUMAS)