Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar bekerjasama dengan Badan Narkotika Sulsel dan Kapolda Sulselbar, melaksanakan Sosialisasi Dampak Penggunaan Narkotika dan Cara Penanggulangannya.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatangan Piagam Kerjasama anatar Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulsel dengan UMI Makassar di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI, Selasa 27 November 2012.

Rektor UMI diwakili Wakil Rektor (WR) III Prof Dr H Achmad Gani, SE, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi penanggulangan narkoba ini merupakan realisasi dari silaturahmi dengan Kapolda Sulselbar beberapa waktu lalu. Kapolda menawarkan kepada UMI untuk memberi  masukan kepada jajaran kepolisian didaerah ini , bagaimana supaya pelaksanaan pemilihan gubernur Sulsel dapat berlangsung damai. Kegiatan ini dapat dikemas dakam bentuk forum group diskusi antara mahasiswa UMI dengan jajaran kepolisian Sulselbar. Tawaran kedua adalah bagaimana peran UMI dalam pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika.

“Alhamdulillah hari ini salah satu kegiatan yang ditawarkan Kapolda sudah dapat dilaksanakan di UMI yaitu  kegiatan sosialisasi dampak penggunaan narkotika dan cara penanggulangannya,” ungkapnya.

WR III UMI juga menambahkan bahwa narkotika merupakan musuh bersama dan penyakit masyarakat sehingga peran kita semua termasuk mahasiswa untuk memberantas narkotika ini. Dalam memberantas narkotika ini jangan hanya dibebankan kepada aparat kepolisian dan BNN, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kepedulian dan keikutsertaan masyarakat termasuk dunia kampus dalam pemberantasan penyakit masyarakat ini.

Ketua Badan Narkotika Nasional  Sulsel Drs. Richard M Nanggolan, MM, MBA mengatakan penyalahgunaan narkoba merupakan masalah yang sangat serius yang perlu ditangani dengan baik, karena dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dan dapat menggoyahkan tatanan dan norma-norma kehidupan yang ada didalam masyarakat. Mengingat dampak ekonomi dan sosial penyalahgunaan narkoba, memberi sinyal kepada kita semua untuk lebih serius dan berkesinambungan untuk mencegah peredaran narkoba.

Kapolda Sulsel diwakili Wakapolda Syahrul Mamma dalam sambutannya mengatakan, jajaran kepolisian daerah Sulawesi Selatan dan Barat melakukan terobosan guna mengantisipasi meningkatnya pelaku atau korban penyalahgunaan narkotika dan obat-obat berbahaya lainnya dengan melakukan kegiatan penyuluhan pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kampus UMI.

“Kampus memegang peranan penting karena kampus merupakan tempat berkumpulnya anak-anak muda yang sering dijadikan sasaran”, ungkapnya.

Ditambahkan pula bahwa kampus lebih mudah dilaksanakan penyuluhan  pemberantasan dan pencegahan narkotika dan obat-obat berbahaya lainnya, karena kampus lebih berstruktur sehingga dapat diadakan pengawasan dan pelaksanaan secara komprehensif dan terpadu.

Sosialisasi bahaya narkotika disampaikan oleh Direktur Advokasi Deputi Pencegahan BNN RI Brigjen Dr. Victor Pudjiadi.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!