Tanggapan MABA UMI Tentang Pekan Pesantren UMI Tahun 2016

UMI Makassar – Panitia Pekan Pesantren Bidang Acara, Publikasi dan Dokumentasi Pekan Pesantren MABA UMI menjaring informasi tentang tanggapan sejumlah besar mahasiswa baru UMI Gelombang Pertama (24/8) di Masjid Padanglampe.

Umumnya MABA menyatakan kesan yang positif yang sebagian besar senada/seirama dengan beberapa komentar berikut ini, diantaranya: Perwakilan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UMI Eka Risdanai, menyatakan ia merasa kebiasaannya menjadi lebih baik dan terbangun ke arah yang lebih Islami di tempat ini. Selain itu, lebih terbentuk dan terbangun kesadaran tentang Islam, terutama untuk membangun kedisiplinan diri menjadi lebih baik sebagai seorang muslimah. Bahkan lebih memahami arti berbagi, bekerjasama, dan belajar lebih bersabar

Selain itu, Muh.Sofyan, menyatakan ikut pesantren ini sangat menyenangkan dan menenangkan jiwa serta banyak mendapatkan informasi mengenai kampus dan fakultas serta meningkatkan jiwa rohani.

tanggapan maba (2)

Demikian pula M.Arif Munandar, menyatakan selama mengikuti Pekan Pesantren sangat bahagia dan bersyukur, karena kemandirian dan kerohanian diperoleh disini, demikian pula kebersamaan, persaudaraan, bahkan susah, senang, bahagia dan sedih, semua ada disini, di Padanglampe.

Lain lagi Arizandy menganggap, Pesantren ini mengajarkan tentang saling menghormati serta memahami tuntunan Islam yang sebenarnya. “Lebih memahami beribadah yang sebenarnya, saling mengenal, dan paling penting rasa kekeluargaan yang kental,” ujar Zaidan.

Sejumlah mahasiswa Fak. Teknologi Industri, seperti Muh.Alin Hidayat menyatakan “alhamdulillah, dirasakan betapa hebatnya menjalani sesuatu dengan sabar, shalat lima waktu, ditambah shalat lail, wirid, dan tadarrus, diakhiri shalat dhuha. Menjadi lebih tahu betapa Indahnya menjadi seorang Muslim.

Toni Sulung merasa sangat beruntung sekali bisa ikut Pekan Pesantren ini, bisa mengenal Islam lebih dekat.dan Arya Wiratman Saputra menyatakan ini merupakan pengalaman yang luar biasa, karena baru kali ini merasakan yang namanya kekompakan.

Lain halnya Muh.Amin Rahman, mengatakan mengikuti kegiatan pekan pesantren ini sangat mengesankan dan termotivasi. Diberikan wawasan yang baru yang belum pernah ditemui sebelumnya, diantaranya kedisiplinan, persaudaraan, kesabaran, dan lain-lain.

“Sebenarnya sudah lama saya mendengar banyak cerita tentang Pesantren UMI. Kali ini mengalami langsung dan belajar banyak hal, selama ini suka sekali tidur, tapi disini tidur diatur, dan ini pengalaman luar biasa. Kemudian shalat tepat waktu membuat lebih disiplin. Demikian pula jam makan teratur dengan makan 4 orang satu baki, Ini membuat saya senang dan sangat terkesan. Ternyata menjadi orang pesantren jadi orang hebat dan pesantren Padanglampe luar biasa,” ujar Nurussarifah.

Adapun tanggapan mahasiswa Fak. Kedoketaran Gigi diwakili beberapa orang diantaranya, Shella Syafira menganggap pekan pesantren ini mengajarkan cara mengenal lingkungan yang baru, jadi orang disiplin, dan bisa mengatur waktu sesuai yang ditetapkan dan Rafika Cahyani menganggap Pesantren ini mengajarkan cara berzikir setiap saat, bangun lebih dini untuk shalat tahajjud, shalat shubuh sehingga semakin memperkuat iman.

Lain halnya Nurul Ilmi Mursaling menyatakan sangat terkesan dengan kegiatan pekan pesantren ini, makan bersama, shalat jamaah, pokoknya semuanya berkesan. Karena itu, terima kasih kepada semua ayah/bunda Rektor, Dekan, senior, dan panitia lainnya karena membimbing dan mengurus kami.

Selanjutnya, Andriani sangat bersykur bisa masuk di UMI, banyak hal yang dipelajari disini, dapat meningkatkan kebersamaan, dan lebih memperdalam ilmu agama. Terima kasih kepada ayahanda dan bunda yang telah mendidik kami. Ia merasa lebih tenang, hilang semua kegelisahan, lebih rajin shalat lima waktu, dan belajar hidup seatap dengan banyak orang baru. Bahkan Feby Febriyanti menyatakan awalnya ia tidak ingin mengikuti Pekan Pesantren ini, namun dipaksa oleh orang tua untuk pergi kesini. Tetapi semua di luar dugaan, ternyata Pesantren di Padanglampe ini tidak seburuk apa yang saya kira. Disinilah baru menyadari arti sebuah kesederhanaannya, dari makanannya, selalu mengajarkan kita untuk bersyukur, mengajarkan kita dekat dengan Allah.

Alhamdulillah diajarkan shalat lima waktu, dan mengaji. Meskipun capek, tapi  bisa bersyukur dan senang sekali bisa berada  di Padanglampe. Terima kasih semuanya.

(Humas UMI)

Previous Alhamdulillah, Doktor Ekonomi UMI Bertambah Lagi
Next Pangdam VII Wirabuana Beri Kuliah 'Wawasan Kebangsaan' MABA UMI

You might also like

LPDKI UMI-AMKI Gelar Kajian & Mabit

UMI Makassar – Lembaga Pengembangan Dakwah dan Kampus Islami (LPDKI) UMI bersama dengan Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) Korwil IX Sulawesi melaksanakan kajian dan mabit di Masjid Ikhtiar Kampus UNHAS

UKM Bola Voli UMI Gelar Turnamen Bola Voli Pelajar se-Sul-Sel

UMI Makassar – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bola Voli Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menggelar Turnamen Bola Voli antar pelajar se-Sulawesi Selatan. Upacara pembukaan berlangsung di Lapangan Voli Kampus II

Mahasiswa UMI Kembali Torehkan Prestasi Tingkat Internasional

UMI Makassar – Dua orang mahasiswa UMI kembali mencatat prestasi emas di tingkat Internasional, baru-baru ini, Hasyrul Hamzah dan Sarah Rustam, keduanya Fakultas Farmasi (2011), mengikuti  The 8th Asian conference