Sivitas akademika UMI melaksanakan Kajian Ramadhan 1435 Hijriah dengan tema “Tasawuf dan Implementasinya”, ( 8/7) di kampus 2 UMI. Pemateri Dr. H. Baharuddin, HS, M.A dan Dr. H.M.Arfah Shiddiq, MA.

Hadir Ketua Harian Yayasan Wakaf UMI Prof. H.Jobhaar Bima, SE, M.Si, Ph.D, Wakil Rektor IV bidang Dakwah dan Kampus Islami UMI Drs. KH.M. Zein Irwanto, S. MA, Ketua LPDKI UMI Dr. H.M.Ishaq Samad, MA, sejumlah dosen dan aktifis mahasiswa UMI.

KH.M.Zein Irwanto dalam sambutannya mewakili Rektor UMI menyatakan Kajian Ramadhan kali ini penting dilakukan untuk memahami ilmu tasawuf dan penerapannya dalam kehidupan ini. Kajian ini menghadirkan pakar Tasawuf sehingga diharapkan kajian dan diskusi ini hangat.

KH. Baharuddin menyatakan penggiat Tasawuf harus dibekali dengan ilmu fiqih, sebab jika tidak ada pemahaman fikih (syariah), maka terkadang diskusi berakhir dengan diskusi kusir dan bersitegang antar peserta karena masing-masing berusaha mempertahankan fahamnya masing-masing. Tasawuf sangat luas dan tidak bisa didefinisikan secara universal, melainkan definisi sesuai dengan pengalaman spiritual masing-masing sufi. Ciri seorang sufi salah satunya bahwa sama saja perasaan seseorang memiliki jabatan atau tidak ada jabatan.

“Olehnya itu jika ada seribu sufi maka akan ada 1000 juga definisi yang bisa lahir sesuai dengan pengalaman spiritual masing-masing Sufi, tambahnya.

Sementara itu Dr. M.Arfah Shiddiq, MA menyatakan Tasawuf bukan hanya penting dalam era modern tetapi sangat penting dalam menjaga spiritualisme umat. Dr. M.Ishaq Samad selaku Ketua LPDKI UMI menyatakan kegiatan kajian ini akan dilakukan tiga kali selama bulan Ramadhan termasuk dalam memperingati Nuzulul Qur’an.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!