MAKASSAR – Demi menjawab tantangan erah saat ini. Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melakukan Survei Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) melakukan survei pada Survei Akreditasi Standar versi SNARS edisi I oleh di RS Ibnu Sina YW UMI Makassar, Senin (2/11/2019).

Tim KARS surveior yakni. dr. Artono Isharanto, Sp.B, BTKV, dr. I Putu Satya Wijaya, dr. Wiwik M Abubakar, MARS dan Ns. Ni Putu Sri Wahyuni, S.Kep.

Salah satu tim surveior, dr. Artono Isharanto, Sp.B, BTKV menyampaikan akreditasi ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan mutu pelayanan rumah sakit dan melindungi keselamatan pasien.

“Tentu agar meningkatkan perlindungan bagi masyarakat dan sumberdaya manusia yang bekerja dirumah sakit,” ujarnya.

Menurutnya, Rumah sakit sebagai institusi, mendukung program pemerintah dibidang pelayanan kesehatan dan meningkatkan profesionalisme rumah sakit diseluruh Indonesia.

“Maka peran penting pemerintah dalam senantiasa bersama rumah sakit untuk meraih akreditasi yang sempurna,” katanya.

Saat ditanya, apa indikator utama Tim survei, menilai sesuai standar akreditasi nasional. dr. Artono menuturkan bahwa pada intinya banyak hal. Namun, gambara umum bukan hanya satu alat saja, akan tetapi berbagai aspek sangat penting supaya RS bermutu harus lebih baik agar semua layanan efektif dan efesien.

“Kami dalam proses, ada beberapa indikator penilaian. Pertama, penuhi area manajerial. Kedua, area keperawatan dan ketiga, area medias. Total ada 16 indikator. Tapi utama ada tiga tadi,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini juga. Tim survei mempertanyakan setiap cakupan dan standar. Bahkan ditanya terkait standar dan target pelayanan di RS Ibnu Sina.

“Kami sudah melihat indikator prioritas RS Ibnu Sina. Penyelesaian komplain dan kepuasaan rendah. Apa yang dialkukan giat RS untuk solusi hal tersebut,” tutur salah salah satu tim.

Sedangkan Direktur RS Ibnu Sina, Dr. dr Sultan Buraena dalam paparannya menggambarkan profil RS berkomitmen menjalani visitasi dalam rangka penetapan RS Pendidikan yang baik, berkualitas dan bermutu.

“Visi RS Ibnu Sina, menjadi Rumah Sakit dengan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang islami, unggul, dan terkemuka di Indonesia,” tuturnya.

Lanjut dia, pada misi RS Ibnu Sina pertama, melaksanakan dan mengembangkan pelayanan kesehatan yang unggul serta menjunjung tinggi moral dan etika (misi pelayanan kemanusiaan).

Kedua, melaksanakan dan mengembangkan pendidikan kedokteran dan profesional kesehatan lainya pada masyarakat (misi pendidikan).

Ketiga, melangsungkan pelayanan dakwah dan bimbingan spiritual kepada pasien, keluarga pasien dan karyawan rumah sakit (misi dakwah).

“Jumlah SDM RS Ibnu Sina sebanyak 568 orang terdiri atas dokter umum 21 orang, dokter spesialis 93 orang, dokter gigi 5 orang. Tenaga keperawatan 214 orang, Perawat 22 orang, Bidan 22 orang, tenaga penunjang 65 orang dan tenaga non klinos 170 orang,” jelanya.

(HUMAS)