Lokakarya kurikulum berbasis KKNI dengan tema melalui implementasi kurikulum berbasis kerangka kualifikasi nasional (KKNI), dapat meningkatkan kompetensi lulusan yang berdaya saing tinggi dan dapat menyesuaikan kebutuhan stakeholders yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana UMI, di hotel Swissbell, 23-24 Mei 2019.

Rektor UMI, Prof. Dr. H. Basri modding, SE.,Msi mengharapkan dalam lokakarya KKNI Program Pascasarjana ini melahirkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era industri 4.0. saat ini Dosen tidak dapat mengajar sesuai yang diinginkannya, namun harus memiliki standar sesuai standar KKNI.

Sementara itu Direktur Program Pascasarjana UMI, Prof. Dr. H. Baharuddin Semmaila, SE.,MSi, mengatakan lokakarya ini bertujuan membangun kesepahaman pembelajaran dosen dan pengelola di PPs berbasis KKNI, yang kedua menetapkan program kurikulum KKNI untuk program magister dan program Doktor. Program Magister ( S2) sebenarnya sudah melaksanakan kurikulum KKNI tetapi belum dalam capaian pembelajaran prodi, capaian pembelajaran mata kuliah, dan dilanjutkan pertemuan tim pengajar untuk merumuskan mata kuliahnya.

Peserta yang mengikuti lokakarya KKNI ini adalah seluruh Dosen pengajar di Program Pascasarjana UMI yang berasal dari 11 program Magister dan 3 Program Doktor.

Dalam kesempatan yang sama peserta juga menerima materi mengenai penyusunan capaian pembelajaran (learning outcomes) yang disampaikan oleh Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani ( Direktur pembelajaran Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti), kemudian materi kedua akan dibawakan oleh Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof.Dr.H. Mansyur Ramli, MSi dengan materi Kebijakan Akreditasi pada program dengan kurikulum berbasis KKNI.

(HUMAS)