UMI Makassar – Lembaga Pengabdian pada Masyarakat dan Dakwah (LPMD) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggelar Orientasi Tutor Keaksaraan Fungsional dan Kewirausahaan Sarjana Pengabdi Desa (SPD) dan Tenaga Pengabdi Desa (TPD) UMI, kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel, Rabu 24 september 2014, di Gedung Menara UMI lantai 3 Jl. Urip Sumoharjo Makassar.

Ketua Lembaga Pengabdian pada Masyarakat dan Dakwah (LPMD) UMI Prof. dr. H. Salim Basalamah, SE, MSi dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 30 orang sarjana pengabdi desa dan tenaga pengabdi desa UMI yang tersebar di desa binaan UMI di Sulawesi Selatan.

“Dengan adanya kegiatan ini maka dapat menambah wawasan  untuk lebih termotivasi dalam melaksanakan tugas mulia, dengan membantu pemerintah dalam pemberantasan buta aksara dan memotivasi masyarakat, khususnya generasi muda untuk mandiri dengan membuka usaha yang berbasis potensi di desa, sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat di desa dapat meningkat,” jelasnya.

Rektor UMI diwakili Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Syahnur Said, MS dalam sambutannya sebelum membuka acara mengatakan, salah satu masalah yang dihadapi oleh bangsa ini adalah masih tingginya angka buta aksara termasuk di Sulawesi

Selatan. Untuk itu, diharapkan para sarjana pengabdi desa dan tenaga pengabdi desa UMI dapat menjadi ujung tombak dalam pemberantasan buta aksara di tengah-tengah masyarakat.

“Dalam melaksanakan tugas mulia ini, harus disertai dengan keikhlasan, sehingga apa yang dilakukan dapat bernilai amal jariah, karena kita mampu mengangkat derajat saudara-saudara kita dari tidak bisa membaca menjadi dapat membaca, sehingga dapat menambah ilmu pengetahuannya,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya bertumpu pada tutor keaksaraan tapi juga kewirausahaan, tugas para pengabdi desa ini makin mulia karena memberi pemahaman kepada masyarakat, bukan hanya pentingnya membaca tapi juga berwirausaha. Di daerah masih banyak potensi yang bisa diarahkan untuk membuka peluang usaha. Ini tugas berat bagi para pengabdi desa bagaimana bisa merubah pemahaman masyarakat jangan selalu ingin berfikir menjadi pegawai negeri, karena untuk menjadi pegawai negeri peluangnya sangat terbatas.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!