Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kegiatan shalat, doa, dan dzikir berjamaah di lantai 10 Menara UMI, Jalan Urip Somihardjo, Makassar, Jumat (24/7/2020).

Kegiatan yang merupakan rutinitas dan budaya di UMI ini diselenggarakan dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat mulai dari penggunaan masker, jaga jarak, dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu terpantau hadir, Ketua Pembina YW UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE.,MSi., Rektor UMI, Prof. Dr. H. Basri Modding S.E. M.Si, WR I Dr. Ir. Hanafi Ashad, M.T, WR II Prof. Dr. H Salim Basalamah, S.E., M.Si, WR III Prof. Dr. H La Ode Husen, M.H, WR IV, Dr. KH. Zain Irwanto, M.A, dan serta WR V UMI Prof. Dr. Ir. Hatta Fattah, M.S dan Direktur Harian Pondok Pesantren Darul Mukhlisin UMI Padanglampe, Dr. H. Ahmad Basit, MA.

Dzikir dan doa berjamaah ini bertujuan untuk kemaslahatan umat, baik internal UMI maupun eksternal UMI.

Kegiatan ini diawali dari shalat sunnah dhuha, dzikir, lalu doa secara berjamaah yang dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Padang Lampe UMI, kemudian ditutup dengan taushiah dari Ketua Kembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., M.Si.

Prof Mansyur Ramly dalam tausiahnya menjelaskan, dzikir dan doa kali ini terasa spesial karena dilakukan bertepatan dengan 10 hari pertama bulan suci dzulhijjah.

“Memasuki bulan Dzhulhijjah kita disarankan melaksanakan amalan-amalan sunnah untuk menambah kualitas ibadah kita kepada Allah SWT. Khususnya, dalam 10 hari pertama dzulhijjah. Mengutip hadist Nabi yang diriwayatkan Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari pertama bulan Dzulhijjah. Karena itu saya apresiasi pelaksanaan zikir dan doa hari ini dan berharap memang kita di UMI ini sekalipun dalam suasana libur baik administrasi dan akademik, namun kita tetap fokus menjalankan rutinitas doa dan dzikir berjamaah,” ungkap Prof Mansyur Ramly.

Dzikir dan doa jika dilakukan secara berjamaah, kata Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini, akan memberikan dampak yang besar bagi kehidupan. Dengan berdzikir secara khusyuk maka seorang hamba akan memperoleh ketenangan hati. Berdzikir bisa dilakukan kapan saja dan bisa berjamaah.

“Saya pernah membaca artikel bahwa membaca dzikir secara berjamaah akan memberikan pengaruh yang sangat baik, termasuk bagi tubuh dan kehidupan sosial kita.

Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu kaum duduk-duduk bersama (untuk) berzikir kepada Allah, melainkan para malaikat mengitari mereka, rahmat memayunginya, ketenangan turun kepadanya, dan Allah menyebut-nyebut mereka kepada siapa saja yang berada di sisi-Nya”.

“Berjamaah dalam segala kebaikan dan ketaatan dianjurkan bila membuahkan kemanfaatan bersatunya hati, menguatkan ikatan, Jadi menurut saya secara pribadi bahwa dzikir sebaiknya dilakukan secara berjamaah,” papar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

(HUMAS)