Makassar, umi.ac.id – Pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Silaturahmi dengan BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan melalui video conference zoom, Jumat, 19 Februari 2021.

Dalam silaturahmi ini juga akan di diskusikan perihal desain bentuk kerjasama antara Universitas Muslim Indonesia dengan BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan dalam merawat dan menjaga nilai-nilai budaya di sulawesi selatan.

Dalam sambutannya Rektor UMI Prof. Dr. H. Basri Modding, SE.,M.Si. mengucapkan sangat berbahagia dan bergembira untuk dapat bersilaturahmi dengan BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan.

Kami sangat berharap dapat bekerjasama dengan baik dengan BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan yang didalamnya terdapat banyak tokoh-tokoh yang cendekia yang dapat memberikan masukan-masukan positif dalam pengembangan Universitas Muslim Indonesia Makassar.

UMI selalu ingin melakukan Inovasi dan alhamdulillah hari ini dapat berkomunikasi dengan tokoh-tokoh BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan yang tentunya akan dapat melahirkan inovasi baru dalam mempertahankan budaya bugis di sulawesi selatan.

UMI adalah perguruan tinggi swasta pertama yang meraih akreditasi institusi A di luar pulau jawa dan alhamdulillah UMI juga berada dalam pemeringkatan klasterisasi di posisi 64 dari 2136 perguruan tinggi se-Indonesia. Peringkat UMI itu terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Selain itu di tahun 2021 ini juga UMI berhasil naik peringkat dari 108 (2020) menjadi 79 dalam kategori perguruan tinggi se-Indoensia versi Webometrics, urai Mantan Direktur PPs UMI 2 Periode tersebut.

Prof. Basri Modding juga mengungkapkan bahwa UMI adalah milik orang Sulsel oleh sebab itu mohon diberikan kontribusi dengan pemikiran-pemikiran yang memajukan SDM di UMI khusunya Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum BPP Kerukunan Keluarga Sulsel H. Muchlis Patahna, SH.,M.Kn. mengucapkan sangat senang atas silaturahmi ini. Tujuan di bentuknya BPP KKS ini adalah bagaimana merawat dan menjaga nilai-nilai budaya Sulsel di manapun kita berada.

BPP KKS memiliki anggota yang begitu besar mencapai 15 juta anggota bahkan tersebar hingga di luar negeri, ada di New York, Eropa, dan banyak lagi. Sehingga SDM kita begitu potensial dan diakui dimana pun kita berada.

Kami sangat menghargai dan mengucapkan terima kasih kepada Rektor UMI dan Civitas Akademika UMI dalam membantu kami menjaga nilai-nilai Budaya baik di Sulsel maupun di tanah rantau, tutupnya.

Dalam Diskusi yang di Pimpin oleh Wakil Rektor 5 UMI Prof. Dr. Ir. H. M. Hattah Fattah, MS. berharap kerjasama ini dapat memajukan kedua belah pihak yang secara konsisten mensupport penuh pengembangan di Sulawesi Selatan. Kerjasama ini menjadi energi besar untuk kemajuan Sulawesi Selatan dan tentunya orang-orang sulawesi selatan yang berada di perbatasan.

H. Jusuf Kalla akan melaunching JK Center yang kami ingin dedikasikan untuk kemajuan dan merawat nilai-nilai luhur bugis makassar. Mendorong orang bugis makassar menyampaikan program terhadap JK Center.

Pesan pak H. Jusuf Kalla adalah mari mengawal transformasi nilai dan karakter tunggal untuk penguatan komitmen untuk menyatukan Indonesia dan mengingat sejarah masa lalu kejayaan bugis makassar, urainya.

Ketua Dewan Pakar BPP KKSS Dr. M. Jafar Hafsah menanggapi bahwa sejatinya pemanfaatan diaspora KKSS di seluruh dunia untuk mengkristalkan nilai-nilai filosofi leluhur orang Bugis Makassar, Mandar dan Toraja menjadi nilai-nilai yang melandasi sikap hidup di semua tingkatan. “Sejumlah program bisa disinergikan seperti pertemuan cendekiawan Bugis Makassar, Pertemuan Saudagar Bugis Makassar, yang memang adalah program KKSS,” kata Jafar.

Sekretaris Dewan Pakar Prof. Dr. M. Nur Sadik dan Wakil Ketua Umum Prof. Awaluddin Tjalla sepakat bahwa program berbagi antara KKSS dan UMI diharapkan bisa memajukan kita semua.

“Hasil dari kerja sama harus berfokus pada hasil yang ingin dicapai,” tambah Sadik.

Ketua Dewan Guru Besar UMI Prof. Mansyur Ramli, mengutarakan, penting UMI dan KKSS melahirkan program-program kemitraan yang strategik, demi mengembangkan SDM Sulsel. “UMI dan KKSS harus bertransformasi pada perluasan bidang-bidang inovatif dan yang menjadi kebutuhan masarakat,’ ucapnya.

(HUMAS)