UMI Makassar – Rektor UMI membuka Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah bagi Pengurus Masjid dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Manggala dan Kecamatan Panaikang di Aula Prof.Masrurah, LPDKI Kampus 2 UMI (7/11).

Rektor UMI menyatakan mati adalah keniscayaan yang pasti akan terjadi pada diri manusia. “Allah berfirman ‘kullu nafsin zaaikatul maut’ (setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematian),” jelasnya.

Dikatakan pula, baru-baru ini salah seorang kerabatnya meninggal dunia. Ia tidak pernah menyangka, karena sebelum meninggal, yang bersangkutan masih sempat menelepon Rektor UMI. Padahal saat itu, ia harus berangkat ke Tanjung Pinang untuk urusan UMI. Akhirnya kedua-duanya diikuti dengan baik.

KH.M.Zein Irwanto, M.A dalam materinya terkait pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kematian. “Saya sangat mengapresiasi keikhlasan peserta yang sebagian sudah berumur di atas 60an tahun untuk ikut pelatihan penyelenggaraan jenazah ini,” jelasnya.

Ketua LPDKI UMI dalam pengantarnya mengatakan, tujuan pelatihan ini untuk menyebarluaskan ilmu dan keterampilan menyelenggarakan jenazah di kalangan tokoh agama Islam. Selain itu, ini sebagai wujud pengabdian UMI sebagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah. UMI memiliki LPDKI yang selalu menggalakkan kegiatan seperti ini sebagai wujud pengabdian masyarakat. Karena itu, pelatihan penyelenggaraan jenazah kali ini merupakan angkatan kelima, setelah sebelumnya kegiatan yang sama untuk tokoh agama di Pampang, Rappocini, dosen dan mahasiswa UMI.

Hadir Rektor UMI Prof.Dr.Hj.Masrurah Mokhtar, M.A, Wakil Rektor IV UMI KH.M.Zein Irwanto, M.A, Ketua LPDKI UMI Dr.H.M.Ishaq Shamad, M.A, sejumlah panitia dan 50an Tokoh Agama dan Pengurus Masjid di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Panaikang.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!