UMI Makassar – Rektor UMI Prof.Dr.Masrurah Mokhtar, M.A membuka acara Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah Bagi Tokoh Masyarakat Kecamatan Tallo di Kampus 2 UMI (10/1). Selain Rektor UMI, hadir pula Ketua LPDKI UMI Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A dan sekitar 40 orang tokoh masyarakat Kecamatan Tallo Makassar.

Rektor UMI dalam sambutannya menyatakan rasa syukur dan terima kasih kepada Tim LPDKI UMI yang telah banyak melakukan kegiatan dakwah. Mengingat UMI didirikan sebagai lembaga pendidikan dan dakwah. Nuangsa pendidikan sudah berjalan dengan baik selama ini.

“UMI sebagai lembaga dakwah belum maksimal beberapa waktu lalu. Namun dengan keberadaan LPDKI UMI yang telah banyak melakukan kegiatan dakwah sehingga sudah seimbang antara pendidikan dan dakwah UMI,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan pelatihan penyelenggaraan jenazah ini penting dilakukan sebagai salah satu nasehat bahwa kita semua akan mati. Allah berfirman dalam Al-Qur’an “kullu nafsin zaaikatul maut” (setiap yang bernyawa pasti menemui ajal), karena itu kita semua akan dimandikan, dikafani, dishalati dan dikuburkan. Banyak orang yang waktu pagi dia segar bugar, namun saat sore dia sudah meninggal. Oleh karena itu, kesadaran tentang dekatnya kematian akan membawa seseorang untuk selalu mau berbuat baik.

Sementara itu, Ketua LPDKI UMI Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A dalam memaparkan materinya tentang Keutamaan Takziah menyatakan takziah berarti menghibur. Dengan kata lain menghibur keluarga yang ditimpa musibah kematian, agar dapat menghadapi cobaan dari Allah SWT dengan shabar dan ikhlas. Selain itu, juga dijelaskan tanda-tanda orang yang khusnul khatimah, yakni: mati dalam keadaan beribadah, berbuat baik, meninggalnya pada hari Jum’at, dst. Demikian pula orang yang mati dalam keadaan suul khaatimah, diantaranya orang yang mati dalam keadaan mengerjakan maksiat, dst.

Selanjutnya peserta diarahkan untuk diskusi tentang cara memandikan jenazah, mengkafani, menshalati dan menguburkan. Bahkan di akhir acara disimulasikan dan dipraktekkan cara mengkafani jenazah, dimana salah seorang panitia berperan sebagai mayit.

(Humas UMI)