Makassar, umi.ac.id –Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Diskusi Southeast Asia Academic Forum on Sustainable Development (SAE-AFSID) 2020 secara virtual video conference, Kamis (30/7/2020).

Diskusi tersebut mengangkat tema Suistainable Development of Halal Industry”.

Dalam Diskusi ini menghadirkan Panelis H. Muhammad Nusrah, Ph.D. (Universitas Muslim Indonesia & Halal Industry Development Institute), Safri Haliding, M.Sc. (DPP IAEI bidang Halal Industri & Ekonomi Kreatif, Global Halal Management), dan Isnaeni Iskandar, B.Sc. (Pengusaha Travel dan Destinasi Halal).

Kegiatan ini dibuka Rektor UMI diwakili Wakil Rektor V UMI Prof. Dr. Ir. H. M. Hattah Fattah, MS.

Dalam sambutannya Prof. Hattah mengungkapkan, bahwa Pandemi Covid-19 telah menyerang di 216 negara termasuk indonesia, sehingga wabah ini secara global maupun nasional menghantam stabilitas ekonomi, kesehatan dan kelancaran pelaksanaan pendidikan.

Dalam konteks kesehatan, persoalan pandemi ini akan terus berkembang, disinilah peluang besar bagi industri yang berbasis halal, sebab industri halal memberi jaminan halalan thayyiban, ungkapnya.

Pandemi Covid-19 ini akan membuat masyarakat secara nasional dan global akan selalu mengacu kepada pangan yang sehat, menyehatkan dan halal. Secara ekonomi, Lembaga berbasis syariah ini memberi peranan yang penting dalam membantu indonesia dalam menghadapi krisis ekonomi yang mungkin saja terjadi di indonesia.

Semoga pertemuan webinar ini bisa memberi penguatan halal dan pemberdayaan ekonomi berbasis syariah dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, tutupnya.

(HUMAS)