Makassar, umi.ac.id – Pandemi Covid-19 berdampak terhadap pelemahan ekonomi nasional termasuk Kawasan pedesaan. Desa Wiringtasi di Kabupaten Pinrang salah satu desa binaan Universitas Muslim Indonesia (UMI) telah ditetapkan menjadi Desa Prioritas Nasional.

Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, memiliki potensi ekonomi terutama dalam bidang usaha perikanan budidaya, pariwisata, dan perikanan tangkap. Dalam upaya mencegah terjadinya penularan Virus Corona pada awal Pandemi Covid-19, pemerintah menetapkan kebijakan penutupan hotel dan restoran serta pasar lokal sehingga pemasaran komoditas mengalami hambatan dan masyarakat kehilangan peluang memperoleh pendapatan.

Dalam mengatasi permasalahan masyarakat tersebut, Dr.Ir.Siti Rahbiah Busaeri bersama Tim Pengabdiaan UMI dibantu aparat Desa Wiringtasi menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan Digital bagi pelaku usahan dan pemuda desa yang berlangsung pada Juli sampai dengan Oktober 2020.

“Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) tersebut dimaksudkan untuk mempercepat kemajuan desa binaan UMI yang tersebar diberbagai daerah di Kawasan Timur Indonesia,” ungkap Siti Rahbiah.

Materi utama pelatihan, kata Siti Rahbiah, terdiri dari kiat mengembangkan peluang usaha, tata kelola usaha, dan pemasaran usaha secara daring.

“Peserta pelatihan terdiri calon wirausaha dan pelaku usaha yang didominasi para pemuda desa dan anggota Karang Taruna Desa Wiringtasi. Pelatihan Kewirausahaan Digital akan menjadi solusi efektif bagi pelaku usaha mengatasi hambatan usaha selama Pandemi Covid-19,” paparnya.

Surianti, salah seorang peserta pelatihan dari Dusun Lero B, mengatakan, usaha Amplang yang dikelola terkendala dengan kesinambungan ketersediaan bahan baku. Sementara itu, Renaldi dari Dusun Lero Menralo berencana membuka usaha ekosiwata.

Keduanya merasa beruntung mengikuti pelatihan karena telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan usaha secara mandiri.

Mereka menilai materi pelatihan terutama pemasaran secara daring sangat bermanfaat dalam pengembangan usaha selama masa Pandemi Covid-19 serta pengembangan jejaring usaha dan pemasaran.

(HUMAS)