Reward Umrah untuk Hafalan 20 Juz

Mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai mahasiswa binaan dengan kriteria yang telah ditetapkan seyogyanya mentaati segala aturan yang telah disepakati dan betul-betul memanfaatkan kesempatan kuliah di UMI dengan belajar bersungguh-sungguh, memperlihatkan akhlak yang baik, dan tidak lupa menghafal Al-Qur’an serta mengabdi di desanya minimal 2 tahun. Hal ini disampaikan  Rektor UMI Prof.Dr.Hj. Masrurah Mokhtar,MA, di acara penerimaan secara resmi mahasiswa binaan tahun akademik 2012/2013 (29/7) di Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq Kampus I UMI, Jl. Kakatua No.27 Makassar.

Dalam upaya perwujudan program pengabdian masyarakat dan sebagai tanggung jawab sosial UMI  sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, maka  UMI setiap tahunnya memberikan beasiswa kepada  mahasiswa yang berasal dari desa binaan. Program ini dimaksudkan sebagai zakat pendidikan dari rata-rata 2,5% dari jumlah mahasiswa baru yang diterima setiap tahun.

Masrurah menambahkan,  program ini sebagai bentuk kepedulian UMI untuk memberikan  akses  yang  sama  terhadap  calon  mahasiswa  yang berasal dari daerah terpencil serta dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu, namun memiliki potensi akademik yang tinggi untuk melanjutkan   pendidikan di UMI  melalui pemberian beasiswa selama kuliah di UMI.

Mahasiswa yang mampu menghafal hingga minimal 20 juz akan mendapat reward UMRAH dari Ketua Yayasan Wakaf UMI,” tegas mantan WR IV bidang kerjasama ini .

Sementara itu, Ketua LPMD UMI, Prof.Dr. H. Salim Basalamah,SE.,MSi., mengatakan bahwa untuk tahun ini, ditetapkan  116 orang penerima beasiswa mahasiswa binaan yang terdiri atas utusan desa binaan, putra/putri  karyawan UMI golongan I dan II, serta masyarakat yang berada disekitar kampus UMI yang tergolong kaum dhuafa dan berhak mendapatkan zakat. Peserta yang lulus telah mengikuti sebelumnya tes saringan masuk di UMI beserta peserta MABA lainnya. Kemudian, untuk mahasiswa desa binaan diadakan tes wawancara yang dilaksanakan tanggal 25 s/d 26 Juli 2012  dengan materi pemahaman keagamaan, latar belakang keluarga, kefasihan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan praktek shalat .

Lanjut dikatakan, salah satu persyaratan sebelum dilakukan tes yang harus dipenuhi oleh MABA binaan yakni mereka harus membuat pernyataan yang ditandatangani oleh orangtua atau wali calon mahasiswa tersebut. Diantara butir pernyataan tersebut, melaksanakan ajaran Islam dengan baik dan benar dalam segala aspek kehidupan, baik di dalam maupun di luar kampus serta menjaga nama baik almamater Yayasan Wakaf UMI, mencapai indeks prestasi (IPK) minimal 3,00 dan menyampaikan KHS ke LMPD setiap semester,  menghafal Al-Qur’an minimal 1 Juz selama menjadi mahasiswa binaan , menjadi mahasiswa binaan tahfidz Al-Qur’an, dan mematuhi tata tertib asrama serta peraturan tahfidz yang dibuat Pembina Tahfidz Al-Qur’an UMI, menjaga tata susila, akhlak karimah, tidak akan pindah fakultas/jurusan selama menjadi mahasiswa binaan YW UMI, masa studi yang dibiayai eksakta (S-1) selama 10 semester, dan non eksakta (s1) selama 9 semester, dan bila tidak menyelesaikan studi dari batas waktu yang ditetapkan, maka bersedia menanggung semua biaya BPP/SPP pada semester selanjutnya.   Bagi MABA binaan yang selesai menyelesaikan masa studi di UMI, maka harus siap kembali mengabdi di desa/lembaga yang memberikan rekomendasi/mengutus kuliah di UMI.

Sementara itu, Kepala  Pusat Binaan dan  Kerjasama  LPMD UMI, Drs.H. Rauf Assgaf,M.Pd,mengatakan bahwa  penetapan kelulusan mahasiswa binaan UMI terdiri atas 3 macam,  yaitu lulus Tipe A yang berarti seluruh pembiayaan selama kuliah ditanggung Universitas, Lulus dengan Tipe B, UMI membayar 75 % selama kuliah dan 25 % ditanggung mahasiswa dan Tipe C, 50 %  UMI dan 50 % mahasiswa.

Lanjut dikatakan, salah satu kewajiban yang harus dilakukan   bagi mereka yang tinggal di luar asrama, maka harus menghafal 1 juz, sedangkan yang tinggal diasrama tahfidz/tahfidzah UMI, harus menghafal  3 juz. Hal ini akan dievaluasi dengan prestasi akademik setiap tahunnya.

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris  Yayasan, Ir. H. Lambang Basri,M.S.,Ph.D., Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof.Dr. Ir. H. Syahnur Said,MS., Wakil Rektor V, Dr. H. Arfah Shiddiq,MA.,  Ketua LPMD., Prof. Dr. H.,Salim Basalamah,SE.,MSi., Sekretaris LPMD UMI, Ir. Anas Bojeng,M.Sc., dan Kepala Pusat Desa Mitra Binaan, Drs.H.Rauf Assagaf,M.Pd.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!