Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar sebagai lembaga pendidikan dan dakwah di awal bulan Februari ini kembali mendapat ranking 78 dari seluruh PTN/PTS se Indonesia dan rangking ke-3 se-Makassar, Sulawesi Selatan versi Webometrics.

Penghargaan ini datang dari Webometrics sebagai salah satu program yang rutin diselenggarakan setiap enam bulan yang bertujuan melakukan pengukuran sekaligus apresiasi terhadap perguruan tinggi di Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi informasi dalam layanan pendidikan.

“Alhamdulillah UMI mendapat rangking dari  Webometrics,  naik 80 point  dari hasil penilaian Juli 2012, rangking UMI urutan 158 dan Februari 2013 UMI  menempati urutan 78 se Indonesia. Khusus untuk wilayah Makassar, Sulawesi Selatan, UMI menempati urutan ke-3,” ungkap Wakil Rektor IV UMI, bidang kerjasama, Prof.Dr. Ir. H.Abdul Makhsud,DEA, di ruang kerjanya, di Kampus 1 UMI, Kakatua. (7/2)

Lanjut dikatakan, Program webometric diantaranya melakukan perhitungan indeks dan pemeringkatan sekaligus pemetaan perguruan tinggi berdasarkan tingkat implementasi  teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan pendidikannya.

“Jadi, mereka  memantau sejauhmana perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam kegiatan pendidikan dalam kampus,” ujar alumni Fakultas Teknik UMI ini.

Ada 4 indikator yang dilakukan oleh Webometrics dalam melakukan perankingan, yaitu:

1.Visibility yaitu jumlah total tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain (in-link) yang diperoleh dari Yahoo Search, Live Search dan exalead.

2. Size yaitu jumlah halaman yang ditemukan dari empat mesin pencari Google, Yahoo, Live Search dan exalead.

3. Rich File yaitu volume file yang ada di situs universitas, di mana format file yang dinilai layak masuk di penilaian (berdasarkan uji relevansi dengan aktivitas akademis dan publikasi).

4. Scholar yaitu menyediakan sejumlah tulisan ilmiah dan kutipan ilmiah dalam dunia akademik.

Ranking perguruan tinggi versi webometric merupakan sebuah peluang menarik bagi universitas di negara berkembang untuk bisa menikmati peringkat universitas dunia.

Kuncinya adalah bagaimana universitas bisa memperbanyak konten yang disajikan ke publik, diindeks di mesin pencari dan tentunya dibutuhkan keterampilan khusus bagi universitas untuk memainkan Search Engine Optimization (SEO) untuk mengarahkan mesin pencari ke situs universitas.

(Humas UMI)