Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar pekan pesantren bagi Calon Mahasiswa Baru (Camaba) tahun 2020.

Pekan pesantren virtual UMi ini dipusatkan di Masjid Umar Bin Khotab Kampus II UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, 26 Agustus hingga 6 September 2020. Sebelum acara pembukaan pesantren, peserta melaksanakan shalat Dhuha berjamaah dilanjutkan doa dan dzikir secara berjamaah.

Kegiatan yang dibuka secara resmi Rektor UMI Prof. Dr. H. Basri Modding, S.E, M.Si. ini dihadiri langsung oleh Ketua Guru Besar UMI Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, Ketua Pengurus Yayasan Mokhtar Noer Jaya, dan seluruh pejabat tinggi yayasan dan Rektorat UMI dan anggota senat dalam lingkup UMI secara virtual.

Ketua Panitia Pelaksana Pekan Pesantren Virtual, Prof. Dr. H. Laode Husen, S.H, MH. mengatakan, kegiatan wajib bagi Camaba adlaah kegiatan penyambutan mahasiswa baru UMI sebelum resmi menjadi mahasiswa UMI ini berlangsung seperti biasanya, namun yang berbeda kali ini adalah berlangsung virtual.

Prof Laode Husen yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ini menyebutkan, peserta pesantren Virtual kali ini berlangsung sebanyak 12 gelombang.

“Setiap angkatan diikuti sebanyak 500 peserta yang rencananya akan berlangsung sebanyak 12 gelombang. Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 dan akan berakhir pada 17.45,” ungkap Prof Laode Husen yang juga alumni fakultas Hukum UMI ini.

Untuk gelombang pertama ini, peserta berasal dari Fakultas Agama Islam, Fak. Teknik, FEB, FPIK, Fakultas Petanian, dan FKG.

Sementara itu, Rektor UMI mendahului dengan memperkenalkan sederet pejabat penting di UMI kepada seluruh peserta pekan pesantren virtual. Satu persatu pejabat itu disebut namanya dan jabatannya.

Setelah itu, Prof Basri Modding memberi gambaran visi misi UMI yaitu melahirkan alumni yang berilmu amaliah, beramal ilmiah, dan berakhlaqul karimah, dan berdaya saing tinggi. UMI ini adalah lembaga pendidikan dan dakwah yang telah membuktikan diri sebagai perguruan tinggi terkemuka di hadapan masyarakat umum,” papar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

Pesantren kilat yang diikuti Mahasiswa baru merupakan tradisi UMI dan menjadi program unggulan UMI sebagai pusat pendidikan karakter nasional, tambahnya.

Inilah tradisi UMI dan program unggulan UMI Dari segi kurikulum kita hampir sama Perguruan Tinggi lain. Namun yang membedakan, UMI memiliki pesantren Padanglampe. Luaran UMI diharapkan memiliki karakter tanpa mengesampingkan kompetensi dan penguasaan terhadap teknologi, tambah alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

(HUMAS)