UMI Makassar – Rektor UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, MA dalam menindaklanjuti undangan dirjen Dikti sebagai satu-satunya PTS se Indonesia yang diundang, menghadiri workshop penyiapan pelaksanaan program profesi insinyur di Universitas Udayana tanggal 15 s.d 16 Juni 2016.

Rektor UMI didampingi Ketua Pengurus Yayasan H.M.Mokhtar Noerjaya, Wakil Rektor 1 bidang Akademik Prof Dr H Syahnur Said MS, wakil rektor 2 bidang keuangan dan sumberdaya Dr Ir H Iskandar BP MSc, dan Dekan Fakultas Teknologi Industri. Ir. H Zakir Sabara, MT, IPM. Selain rektor UMI, beberapa rektor dan wakil rektor dari PTN juga hadir koordinator Kopertis Wil. IX Sulawesi bersama sekretaris kopertis wil. IX, koordinator kopertis wil. VIII dan wilayah XI serta pengurus PII pusat dan wilayah.

ppi

Menurut tim ahli Menristek bidang infrastruktur Hadi Purwanto, mewakil Menristekdikti mengatakan bahwa pertemuan didasari untuk menindaklanjuti keinginan dan tekad yang kuat dari Menristek dalam meningkatkan sumber daya manusia insinyur dalam menghadapi MEA.  Ada beberapa ketentuan yang telah dikeluarkan, diantaranya peraturan Dirjen 142, dan SK Menristek dengan menetapkan tim ahli keinsinyuran.

“Telah diprediksi setiap tahun membutuhkan 2.5 juta SDM insinyur, persoalannya, kecenderungan para investor membawa insinyur juga dari luar yang menjadi tantangan kita semua. Karena itu kita membutuhkan SDM insinyur yang berstandar minimal standar ASEAN, sebab kualitas insinyur juga berdampak pada renumutasi insinyur.

Karena itu melahirkan insinyur yang siap berkompetisi minimal di negara ASEAN menjadi tanggung jawab kita semua khususnya 40 PTN/PTS pemegang mandat dari Menristek,” jelasnya.

Ditambahkan pula, data hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat keenam dibawah Korea meskipun secara grafik tidak kecil namun apabila dibandingkan dengan penduduk Indonesia maka prosentasenya rendah atau volumenya lemah.

Selain itu, Hadi menambahkan bahwa ada 8 jasa prpfesi yang dapat bekerja di negara ASEAN yaitu insinyur, dokter/dokter gigi, akuntan, perawat, guide, arsitek, akuntan peta jasa konstruksi Indonesia berkewajiban menyiapkan SDM keinsinyuran 2019.

Sementara itu, Rektor UMI disela-sela workshop memberikan apresiasi kepada Dirjen Dikti dengan workhop ini yang bertujuan membangun kesepahaman tentang keinsinyuran Indonesia khususnya dalam pengelolaan program studi profesi insinyur yang mandatnya diterima pada bulan April 2016 di Jakarta diantara PTN/PYS se Indonesia. Karena itu, dengan kehadiran semua pengelola PPI akan lahir suatu pemahaman dalam pengelolaan program ini khususnya masalah administrasi dan SDM-nya.

“Dengan SDM dan didukung Sanpras maka UMI SIAP lahirkan insinyur yang berstandar minimal ASEAN,” ujar ketua BKS PTIS Pusat ini.

(Humas UMI)