Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar silaturahim bersama Konjen Konsulat Australia Bronwin Robbins secara virtual, Kamis (Kamis (8/10/2020).

Kegiatan yang dhadiri oleh seluruh impinan UMI mulai dari Yayasan, Rektorta, Fakultas, hingga Kajur ini dilansgsungkan melalui video teleconference zoom.

Hajatan yang bertutujan untuk membangun dan memperluas cakupan kerjasama antara UMI dan Negara Australia di sektor pendidikan ini ditargertkan akan mampu mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia Timur.

Acara yang dipandu dalam bahasa Inggis ini, Rektor UMI Prof. Dr. H Basri Modding, S.E, M.Si mengatakan, Australia merupakan salah satu negara dengan jumlah perguruan tinggi yang maju.

Kegaiatan yang bertutujan untuk membangun dan memperluas cakupan kerjasama antara UMI dan Negara Australia di sektor pendidikan ini ditargertkan akan mampu mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia Timur.

Sehingga kata Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini, menjalin kerjasama secara langsung merupakan hal yang tepat.

“Autralia memiliki kualitas pedidikan yang maju dan juga multi kultural jadi sangat tepat untuk menjadi tempat belajar. Sejumlah perguruan tinggi di Australian telah masuk alam perengkingan perguruan tinggi secara internasional,” ungkap Prof Basri Modding.

“Sehingga kami memandang perlu membangun kerjasama meski selama ini beberapa perguruan tinggi d Australia sudah lebih duu bekerjasama dengan UMI. Komjen yang baru bertugas, saya kira dengan kehadiran beliau memberikan kesejukan bagi UMI. UMI adalah PTS pertama terakreditasi A. ini tentuk peringkat tertinggi di luar Pulau Jawa,” sambung Prof Basri Modding.

Sementara itu, Komjen Konsulat Australia Bronwin Robbins menyambut baik rencanan UMI yang akan akan memperluas cakupan kerjasama UMI dengan Negara Autralia di sector pendidikan, salsah satunya dalam program student exchange.

“Saya senang sekali kenal dekat dengan rekan rekan dari UMI sebagai kampus muslim di Indonesia yang cukupdekat dengan Australia. Saya senang kerjasama pertukaran pelajarar Australia dan Indonesia yang mempejalari tentang kehidupan Muslim di Australia,” paparnya.

“saya juga sangat senang dengan peningkatan berkolaborasi antara UMI dan universitas di Australia misalnya ada dosen Australia yang mngajar di UI atau ada pelajar Australia yang ingin mengetahui tentang UMI,” tambahnya.

Tercatat tujuan kerjasama antara UMI dan Australia diantaranya meningkatankan kesepahaman lewat pendidikan dan budaya, memperkuat pendidikan dan budaya, memperkenalkan.

Kemudian, menjadikan umi sebagai jembatan kemajuan PTS di Indonesia Timur, lalu UMI menjadi gerbang kemajuan hubungan Makassar lewat kerjasama dengan Australia, dan masih banyak lagi.

(HUMAS)