Tes tanggal 25 Juli 2012,di LPMD UMI

Untuk tahun akademik 2012/2013, UMI menetapkan akan menerima  100 orang mahasiswa yang berasal dari desa binaan dengan kriteria yang telah diputuskan. Hal ini disampaikan oleh Rektor UMI Prof.Dr.Hj. Masrurah Mokhtar,MA, diruangannya, Kampus 1 UMI, seusai Rapat Pimpinan berkaitan penentuan jumlah dan penetapan kriteria rekruitmen mahasiswa desa binaan UMI di Kantor Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat dan Dakwah (LPMD) UMI (29 Juli 2012).

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris  Yayasan, Ir. H. Lambang Basri,M.S.,Ph.D., Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof.Dr. Ir. H. Syahnur Said,MS., Wakil Rektor V, Dr. H. Arfah Shiddiq,MA.,  Ketua LPMD., Prof.Dr. H.,Salim Basalamah,SE.,MSi., Sekretaris LPMD UMI, Ir. Anas Bojeng,MSc., dan Kepala Pusat Desa Mitra Binaan, Drs.H.Rauf Assagaf,M.Pd

Dalam upaya perwujudan program pengabdian masyarakat dan sebagai tanggung jawab sosial UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, maka  UMI setiap tahun memberikan beasiswa kepada  mahasiswa yang berasal dari desa binaan. Program ini dimaksudkan sebagai zakat pendidikan dari  rata-rata 2,5% dari jumlah mahasiswa baru yang diterima setiap tahun.

Masrurah menambahkan,  program ini sebagai bentuk kepedulian UMI untuk memberikan  akses  yang  sama  terhadap  calon  mahasiswa  yang berasal dari daerah terpencil serta dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu, namun memiliki potensi akademik yang tinggi untuk melanjutkan   pendidikan di UMI  melalui  pemberian  beasiswa selama kuliah di UMI.

“Tapi, dengan  syarat yang bersangkutan harus kembali ke desanya untuk mengabdi minimal dua tahun,” tegas mantan Dekan Fakultas Sastra UMI selama dua periode ini.

Sementara itu, Ketua LPMD UMI, Prof.Dr. H.Salim Basalamah,SE.,MSi., bagi calon mahasiswa desa binaan yang lulus tes dan kemudian lulus. Maka mereka akan mengisi formulir dan membuat surat pernyataan  dan mengisi formulir yang disiapkan. Tes tanggal 25 s/d 26 Juli 2012  di kantor LPMD UMI, Kampus 1 UMI, Jl. Kakatua No.27.

Bagi maba desa binaan, mereka harus membuat pernyataan yang ditandatangani oleh orang tua atau wali calon mahasiswa tersebut. Diantara butir pernyataan, melaksanakan ajaran Islam dengan baik dan benar dalam segala aspek kehidupan, baik di dalam maupun di luar kampus serta menjaga nama baik almamater Yayasan Wakaf UMI, mencapai indeks prestasi (IPK) minimal 3,00 dan menyampaikan KHS ke LMPD setiap semester,  menghafal Al-Qur’an min. 1 Juz selama menjadi mahasiswa binaan , menjadi mahasiswa binaan tahfidz Al-Qur’an, dan mematuhi tata tertib asrama serta peraturan tahfidz yang dibuat Pembina Tahfidz Al-Qur’an UMI, menjaga tata susila, akhlak akrimah, tidak akan pindah fakultas/jurusan selam menjadi mahasiswa binaan YW UMI, masa studi yang dibiayai eksakta (S-1) selama 10 semester, dan non eksakta (s1) selama 9 semester, dan bila tidak menyelesaikan studi dari batas waktu yang ditetapkan, maka bersedia menanggung semua biaya BPP/SPP pada semester selanjutnya.   Bagi maba binaan yang selesai menyelesaikan masa studi di UMI, maka harus siap kembali mengabdi di desa/lembaga yang memberikan rekomendasi/mengutus kuliah di UMI.

Adapun berkas yang harus dilampirkan, map biasa warna kuning (Wanita), hijau (pria), foto copy ijazah terakhit dilegalisisr, foto copy nilai akhir belajar dilegalisir/UAN, foto copy kartu tes MABA, foto copy kartu keluarga (KK) disahkan oleh camat, foto warna ukuran 3 x 4 2 lembar, surat keterangan kelakuan baik, surat keterangan tidak mampu dari desa/lurah diketahui oleh camat dan surat pengantar dari kepala desa (bagi calon mahasiswa dari desa mitra binaan UMI).

(Humas UMI)

error: Content is protected !!