Silaturrahim sivitas akademika Program pascasarjana UMI dengan Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam (PTAI) Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA di ruang pertemuan Pasca UMI (21/1).

Hadir Wakil Rektor 5 UMI Dr. M.Arfah Shidiq, MA, Direktur PPs UMI Prof. Dr. Basri Modding, MA, sejumlah dosen PPs UMI dan mahasiswa UMI.

Prof. Basri Modding dalam sambutan silaturrahim menyampaikan harapan agar Direktur PTI memberikan Ijin pembukaan prodi S3 Pendidikan Islam di UMI. Direktur PTAI menyatakan Indonesia harus memiliki SDM yang bagus dengan mengembangkan masyarakat ilmiah (knowledge base). Hal ini dapat diperoleh angka usia mahasiswa di Perguruan Tinggu harus mencapai 20 juta, saat ini baru 5.2 juta orang mahasiswa di seluruh Indonesia. Ini akan menghasilkan masyarakat middle class yang konsumsinya sekitar Rp.4 jt an per bulan.

Dikatakan pula jika pada tataran atas tidak ada inovator, maka middle class akan dipengaruhi oleh orang asing. Disinilah diperlukan peneliti S2 dan S3, karena Tesis dan Disertasi dianggap paling berkualitas sebab ada 4 Professor yang terlibat. Termasuk usul pendirian Program Studi S3 UMI harus betul-betul memiliki SDM Professor minimal 4 orang yang homebasenya diprodi tersebut.

Diharapkan pula agar hasil penelitian tesis dan disertasi dengan mengembangkan inovasi di bidang apapun dengan menghasilkan teknologi. Untuk itu, diharapkan alumni pendidikan S2 dan S3 mendonasikan hidupnya untuk pendidikan dan

penelitian tapi siap tidak kaya. Jika ingin kaya jadilah businessmen. Selain itu, diharapkan selalu membuat inovasi, baik bersifat radikal dengan berenang melawan arus (berbeda dengan lingkungannya) atau Incremental inovation, berenang mengikuti arus dengan mendapatkan sesuatu yang baru.

“Cobalah berfikir kreatif dan inovatif, bringing imagination into being (bawalah imajinasi ke alam nyata). Mulailah berfikir imajinatif. Jangan menjadi long life dreaming (hanya bermimpi). Dengan temuan-temuan itulah yang akan dijual oleh Indonesia,” sarannya.

Dikatakan pula seorang Doktor kerjanya harus meneliti, dan melahirkan kreasi-kreasi. Pendidikan Islam yang doktor jika berkreasi tidak akan ada yang larang.

“Lakukan kreasi by design sehingga pendidikan tinggi melahirkan manusia yang kreatif, sehingga harapannya ke depan ada sekitar 25 % penduduk Indoensia yang berada di PTAI karena sampai saat ini belum ada Rektor PTAI yang berhubungan dengan KPK dan Kejaksaan karena kasus korupsi,” kuncinya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!