UMI Makassar – Keberpihakan UMI kepada masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik tinggi, diwujudkan pula dengan berbagai skema beasiswa dan bantuan pendidikan. Kegiatan membantu masyarakat kurang mampu ini dilakukan pula dengan memberikan 2,5 persen dari kuota 4.500 mahasiswa baru yang diterima dan diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang berprestasi, hal ini disampaikan Rektor UMI saat memberikan penghargaan calon mahasiswa baru binaan Universitas Muslim Indonesia untuk tahun akademik 2016/2017 di aula LPMD UMI. Hadir Ketua Pengurus Harian Prof.Dr. H.Jobhaar Bima, Sekretaris Yayasan Ir H Lambang Basri, Ph.D., Wakil Rektor I, Prof.Dr. H. Syahnur Said,SE.,M.Si., Wakil Rektor IV, Drs. KH Zain Irwanto, MA., Ketua LPMD UMI, Prof.Dr. H Salim Basalamah dan Sekretaris LPMD UMI Drs. H.Rauf Assagaf, M.Pd (15/8).

tes bina (2)

Lanjut dikatakan, tahun sebelumnya, 2015, Menteri Sosial RI meminta kepada UMI untuk memberikan satu orang beasiswa desa binaan bagi putra Kediri Jawa Timur untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi UMI.

“Mereka yang lolos sebagai mahasiswa binaan UMI dibebaskan dari segala biaya sampai selesai studinya, dan mereka diwajibkan untuk kembali mengabdi di desanya,” ungkapnya.

tes bina (1)

Sementara itu, Ketua LPMD UMI Prof.Dr. H Salim Basalamah, SE.,M.Si didampingi Sekretaris LPMD UMI, Drs. H. Rauf Assagaf, M.Pd. bahwa untuk tahun ini yang lolos seleksi berkas ada 250 orang dari 400 yang memasukkan berkas. Dari 250 orang yang ikuti test wawancara dan membaca tulis Al Qur’an akan di ditetapkan sebanyak 110 orang dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Rauf Assagaf menambahkan mahasiswa yang akan menjadi binaan UMI harus menandatangani surat perjanjian, jika telah selesai dan harus melaksanakan pengabdian kembali di desanya. Hingga saat ini ada 35 desa binaan yang dibina UMI, diantaranya semua kab/kota yang ada di Sulsel, Maluku,Ternate dan Gorontalo.

(Humas UMI)