Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar bekerjasama dengan Universiti Putra Malaysia menggelar Workshop yang bertajuk “Preparing, Writing and Publishing International Journal, di Ruang Senat Kampus II UMI, Jl Urip Sumoharjo Makassar, Kamis (11/4).

Kegiatan yang digelar Jum’at (11/4) hingga minggu (14/4) ini diikuti seluruh Dosen UMI Pradoktor. Demikian diungkapkan, Prof Dr H Ma’ruf Hamid SH MH, Ketua Panitia Pelaksana.

“Program ini merupakan bentuk penguatan, penelitian, dan menciptakan karya tulis Ilmiah dalam bentuk jurnal,” ungkapnya.

Pada dasarnya, mayoritas Akademisi paham menulis karya Ilmiah, namun masih banyak kendala dalam menghadapi jurnal Internasional. Olehnya itu, melalui Workshop jurnal Internasional ini, diharapkan mampu memberikan wawasan dalam membuat karya jurnal Internasional. Jadi kemudian dosen yang pradoktor saat ini, tidak lagi kaku dalam membuat Jurnal Internasional.


“Tentunya, kegiatan ini sangatlah bermanfaat, apalagi bagi kita yang menginginkan pendalaman di lingkup jurnal Internasional,” katanya.

Rektor UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar MA, menambahkan, pada dasarnya masih banyak dosen yang lanjut studi, di program Doktor masih minim pemahamannya terkait jurnal Internasional. Padahal pemahaman jurnal Internasional sangatlah penting, khususnya terhadap mahasiswa dan dosen pra Doktor (S3) untuk mendapat nilai terbaik atau kumlaut, sebab, jurnal merupakan salah satu syarat mendapat nilai terbaik.

Pihaknya juga menilai bahwa beberapa dosen yang meraih gelar Doktor lemah dari segi Jurnal Internasional. Pasalnya, jurnal Internasional sangat diperlukan untuk untuk meraih Doktor terbaik, apalagi ingin mendapat gelar Prof di sebuah Intitusi perguruan tinggi.

“Insya Allah melalui Workshop ini, kita bisa menghadirkan SDM yang berkapasitas, dalam memahami konten penulisan jurnal Internasional,” ujarnya.

Editor Journal International UPM, Prof Kamaruzaman Jusoff,  PhD, mengatakan bahwa dalam menghadirkan karya jurnal perlu meningkatkan analisis, khususnya dalam menopang teori, yang berkaitan dengan metodelogi jurnal Internasional. Dalam hal ini, dirinya hanya memberikan banyak teori mensaset karya Tulis Ilmiah dalam bentuk jurnal Internasional. Tentunya, dengan pemahaman ini, mampu dikembangkan melalui praktek penulisan jurnal Internasional.

“Saya hanya menginginkan dalam kegiatan ini, cukup mendengarkan dan banyak bertanya. Sebab, kedua hal itu, yang terpending dalam mendapat pedoman membuat jurnal Internasional. Saya juga akan pandu untuk membuat jurnal Internasional secara praktek,” tandasnya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!