Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Ajak Wisudawati Duet Nyanyi di Hari Kedua Wisuda Periode 2 UMI (15 Desember 2019)

Posted by Umi Makassar on Monday, December 16, 2019

Kuliah di UMI Masa Depan Terjamin oleh Prof. Dr. Jasruddin, M.Si. (Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi)

Posted by Umi Makassar on Monday, December 16, 2019

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Sampaikan Pesan Persaudaraan Lewat Lagu di Wisuda Periode ke-2 UMI (14 Desember 2019)

Posted by Umi Makassar on Monday, December 16, 2019

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Jamin Masa Depan Alumni UMI di Dunia Kerja (15 Desember 2019)

Posted by Umi Makassar on Monday, December 16, 2019

Univesitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, kembali mencetak para alumni lulusan terbaik melalui wisudah periode II 2019.

Prosesi pengukuhan dikemas dalam bentuk Takhrij Thalabat wisuda Diploma, Sarjana, Profesi, Magister dan Doktor yang berlangsung selama dua hari Sabtu-Minggu (14-15 Desember 2019) di Hotel Sheraton Makassar.

Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. H. Basri Modding, SE, M.Si menyampaikan pelaksanaan wisuda akan berlangsung selama dua hari. UMI akan mewisudakan alumni sebanyak 2.434 orang.

“Hari pertama Sabtu 14 Desember diwisudakan 1.184 orang dan hari ke II Minggu 15 Desember sebanyak 1.240 orang. Jumlah total ikut wisudah pada periode II tahun 2019 sebanyak 2.424 orang alumni,” ujarnya.

Dengan bertambah lulusan yang selesai dari UMI tahun ini, maka secara keseluruhan jumlah alumni tersebar di seluruh pelosok Indonesia mencapai 103.944 orang alumni.

Menurutnya, bertambahnya jumlah lulusan, Diploma, Sarjana, Profesi, Magiater dan Doktor di UMI. Merupakan cerminan sinergitas Tridarma Perguruan tinggi, yabg mencakup stientific skill, life skill dan social skill bentuk karakteristik lukusan dari UMI.

Oleh sebab itu, alumni UMI diharapkan dapat merespon tantangan revoousi 4.0 yabg tak lama lagi memasuki revolusi society atau masyarakat 5.0. Karena itu, wisudawan dan wisudawati ditutut untuk berdaya saing di era global saat ini dan akan datang.

“Era perubahan saat ini, Alumni UMI harus kompetitif, punya SDM yabg cerdas, reaponsif, kreatif, inovatif, dan juga berkarakter yang relijius. Diharapkan mampu mengantisipasi perubahan revolusi 4.0 dan 5.0 dengan baik,” tutur Guru Besar FE UMI ini.

Mantan Direktur PPs UMI ini berpesan UMI telah berkomitmen melahirkan alumni menjadi lulusan yang berilmu amaliah, beramal ilmiah, dan berakhlak mulia.

Serta berdaya saing dengan bidang dan keahlian masing-masing. Oleh sebab itu, para alumni yang diwisudakan merefleksikan makna kelulusan dari kampus UMI tercinta.

“Disilahawal mula perjuangan anak-anakku dan saudara-saudaraku sesungguhnya. Wisuda bukan akhir dari perjuangan, dan akhir dari kewajiban belajar. Apa yang dipelajari di kampus merupakan modal besar untuk mengabdi ke masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini. Kepala Lembaga Layanan Dikti Wilayah IX Sulawesi, Prof. Dr. H. Jasruddin memberikan support kepada para alumni UMI yang hari ini menyelesaikan studi.

Dia menilai, bagi mahasiswa yang berasal dari lulusan UMI Makassar harus bersyukur karena sesuai data Dikti pengembangan SDM dan pengelompokan PTB/PTS, UMI terbaik di luar pulau Jawa.

“Bersyukurlah bagi para alumni UMI hari ini. Pilihan tepat masuk perguruan tinggi yang baik di Indonesia timur, pengelolaan dan manajemen sangt baik sehingga mendapat kategori terbaik dari Dikti,” ujarnya.

Mantan Direktur PPs UNM itu juga mengatakan, dirinya berharap UMI tetap mempertahankan prestasi saat ini. Dengan begitu tetap menjadi PTS handal dimata nasional dan Internasional.

“Harapan ke depan UMI menempati tingkat rengking terbaik, ini suatu prestasi luar biasa,” tuturnya.

Dia menambahkan, dengan gaya manajemen tata kelola dimiliki UMI ke depan lebih kreatif membuka program yang handal. Tentu sertifikat kompotemsi lainya harus diharapkan untuk pengembangan UMI. Bukan hanya Program profesi Insinyur.

“Kalau bisa sertifikat kompotensi khusus buat yang punya kemampuan lidearship dan lainya. Begitu juga harapan kami UMI bisa membuka program studi pokasi,” harap dia.

“Saya ingin titipkan pesan. Ilmu boleh tinggi dan gelar banyak, tapi kita dilarang sombong antara sesama manusia,” tambah dia. (*)

(HUMAS)