Makassar, umi.ac.id – Universitas Fajar (Unifa) terus berbenah untuk kemajuan dan kualitas unggul. Bahkan, Unifa targetkan meraih akrediasi institusi A di Indonesia Timur ke dua setelah UMI.

Untuk mencapai target ini, perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Fajar Pendidikan ini menggandeng Universitas Muslim Indonesia (UMI) sebagai mitra perguruan tinggi supporting dalam meningkatkan kualitas Unifa di kemudian hari.

Kerjasama Unifa dan UMI ditandatangani langsung oleh Kedua Rektor masing-masing universitas di kampus Program Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Selasa (14/7/2020). Mereka yang bertanda tangan adalah Prof. Dr. H Basri Modding, S.E, M.Si (Rektor UMI) dan Dr. Muliyadi Hamid, S.E, M.Si selaku Rektor Unifa.

Penandatanganan nota kerjasama alias Memory of Understanding (MoU) ini disaksikan langsung oleh Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. H Mansyur Ramli, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI Mokhtar Noerjaya, Wakil Rektor I dan WR V bersama Direktur Program Pascasarjana dari pihak Unifa adalah Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Muhammad Ridwan Arif.

Dalam kesempatan itu, Rektor UMI, Prof Basri Modding, hari ini adalah acara formal kerjasama antara UMI dan Unifa meski selama ini, UMI dan Unifa telah menjadi mitra perguruan tinggi.

“Sebenarnya kerjasama UMI dan UNIFA mitra selama ini sudah berjalan hanya masih informal makanya ini kita resmikam kerjasamanya,” ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

Prof Basri menegaskan, di situasi saat ini, sudah menjadi hal yang wajib untuk membangun kerjasama perguruan tinggi dan menghilangkan stigma persaingan.

“Jadi kalau mau UMI maju, Unifa mau maju makanya kita jarus menyambung silaturahim. Hari ini dan ke depan perguruan tinggi yang bisa maju adalah dengan bekerjasama kolektifitas bukan lagi bersaing karena akan ada yang termarjinalkan jika konsepnya adalah persaingan,” tegas Prof Basri Modding.

Sementara itu, Rektor Unifa Dr. Muliyadi mengatakan, meski secara terhormat disetarakan UMI dan Unifa oleh Rektor UMI, namun Muliyadi tidak menampik jika Unifa membutuhkan support dari UMI agar lebih baik lagi.

“Ada dua kebahagiaan kami yakni baru baru dosen kami meraih gelar Doktor di UMI dan yang ke dua adalah kita bekerjasama. Unifa dan UMI adalah saudara, Unifa adalah adik Bungsu dari UMI,” tuturnya.

“Kami merasa butuh supporting dan dukungan untuk meraih akreditasi A setelah UMI. Bagaimana kami dibina untuk mencapai seluruh indikator khususnya untuk Unifa agar meraih akreditasi A itu,” tutupnya.

(HUMAS)