UPT Halal Center UMI mengadakan sosialisasi undang-undang nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal oleh tim badan penyelenggara jaminan produk halal (BPJH) Kementrian Agama RI, diruang rapat lantai dasar mesjid Umar Bin khattab (23/4).
Ketua UPT Halal Center UMI, Dr.Ir. La Ifa, ST.,MT,IPM,ASEAN Eng. alhamdulillah UMI saat ini memiliki 20 audithors, dan kedepannya akan menambah kualitas dan kwantitas jumlah auditors di UMI. UPT Halal Center di UMI sendiri memiliki tugas seperti mendampingi, membina, mengawasi jaminan produk halal, memasukkan data petugas penyedia halal ke BPJH serta mengelola bank data, ujar Dosen Fak. Teknologi Industri UMI ini.
Hadir dalam sosialisasi yang diselenggarakan UMI dan BPJH yakni JFU Bidang Standarisasi JPH, Y.C Megawati dan Kepala bagian keuangan dan umum BPJH, Puji Kusbandari.
Dalam pemaparannya, Puji Kusbandari menjelaskan syarat pengadaan halal center untuk perguruan tinggi, diantaranya Memiliki kantor, terakreditasi oleh BPJH, punya auditor halal minimal 3 org.
Selain itu, ia juga menjelaskan persyaratan menjadi auditors, yang pertama adalah beragama Islam, minimal S1, dari bidang ilmu pangan, farmasi, dll, dan Rencananya kita akan Diklat di Jakarta, targetnya akan menghasilkan 600 auditor halal, imbuhnya.
Tugas auditors halal, memeriksa bahan pangan, memeriksa dan mengkaji sistem penyembelihan, meneliti lokasi produk, meneliti penyimpanan produk, distribusi produk, melaporkan hasil pemeriksaan kepada JPH atau jaminan produk halal. JPH berbeda dengan halal center, dimana JPH yang melakukan pemeriksaan sedangkan halal center membantu atau mendampingi untuk membuat sertifikat. Peserta sosialisasi terdiri atas auditor Halal UMI dan utusan dosen yang hadir adalah seluruh dosen dari 13 Fakultas dalam lingkup UMI.

(HUMAS)