Makassar, umi.ac.id – Wakil Rektor 1 UMI Dr. Ir. H. Hanafi Ashad, MT memberikan pembekalan pada acara sosialisasi program merdeka belajar kampus merdeka ( MBKM) kepada para dosen tetap dan dosen LB Akademi Bahasa Asing UMI Makassar pada Senin 31 Agustus 2020. Yang dihadiri oleh Direktur, para Asdir , dosen tetap dan dosen LB ABA UMI.

Wakil Rektor 1 UMI, Dr. Ir. H. Hanafi Ashad, MT, memulai arahan pada sosialisasi ini tentang pergeseran pendekatan pembelajaran dari teacher centered learning ke student centered learning artinya bukan lagi guru dan dosen yang aktif dikelas, tapi diberikan kesempatan kepada siswa ataupun mahasiswa untuk lebih aktif di kelas.

Hanafi menambahkan ciri pembelajaran SCL atau student centered learning yaitu guru dan dosen sebagai fasilitator pembelajaran berinteraksi kepada mahasiswa dengan menitik beratkan pada method of inquiry dan discovery agar mahasiswa dapat menunjukkan kinerja kreatif (kognitif, psikomotor, afektif yang utuh) dengan lingkungan belajar yang telah dirancang dan kontekstual dengan sumber belajar yang multi-dimensi.

Alumni Fakultas Teknik UMI ini menambahkan bahwa paradigma dalam pembelajaran berupa; pengetahuan, belajar dan mengajar. Program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) pada pelaksanaan kebijakannya “hak belajar tiga semester diluar PS, mahasiswa maupun perguruan tinggi harus memenuhi persyaratan : Mahasiswa berasal dari PS yang terakreditasi dan Mahasiswa aktif yang terdaftar pada PDDikti.

Perguruan tinggi diharapkan untuk mengembangkan dan memfasilitasi pelaksanaan program merdeka belajar dengan membuat panduan akademik, program-program itu hendaknya disusun dan disepakati bersama antara perguruan tinggi dengan mitra, dapat berupa program nasional yang telah disiapkan oleh kementrian maupun program yang disiapkan oleh perguruan tinggi yang didaftarkan pada PDDikti, urainya.

Dekan Fak. Teknik UMI 2 periode (2009-2017) ini menambahkan, tentu ini didukung oleh peran pihak-pihak terkait yaitu Perguruan tinggi, fakultas, Program studi makasiswa dan mitra. Program pertukaran pelajar juga adalah pada PT yang sama, pertukaran mahasiswa pada PS yang sama pada PT yang berbeda, dan pertukaran mahasiswa pada PS yang berbeda pada PT yang berbeda. Ada hal yang juga yang lebih penting diutarakan oleh beliau yaitu bahwa ada tiga rencana program kegiatan yang disetujui oleh rector UMI, yaitu; Entrepreneurship dan / atau PQ, Teknologi Informasi, dan Bahasa Asing.

Pada kesempatan yang sama, Direktur ABA UMI Dr. Hj. Muli Umiaty Noer mengungkapkan bahwa ABA UMI sudah bekerja sama dengan mitranya seperti dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sulawesi Selatan, Himpunan Pramuwisata Indonesia Sulawesi selatan (HPI) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi selatan, dan Museum Negeri provinsi Sulawesi Selatan La Galigo yang selama ini sebagai wadah PKL Mahasiswa ABA UMI yang biasanya dilakukan pada bulan Februari dan Maret, tutupnya.

(HUMAS)