Juni 13, 2016 654 Views

Wakil Rektor 2 UMI Bawakan Kultum ‘Puasa dan Amanah’

UMI Makassar – Kultum berlangsung di Masjid Kampus 2 UMI oleh Wakil Rektor 2 UMI Dr.Ir.H.Iskandar BP, M.Si membahas tentang Puasa dan Amanah (13/6). Hadir Ketua LPDKI UMI Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A, sejumlah dosen dan mahasiswa UMI.

Dr.Ir.Iskandar BP, M.A menyatakan perintah puasa diwajibkan kepada orang Islam sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah 183 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”.

Dikatakannya bahwa Imam al-Gazali membagi 3 tingkatan puasa, yakni pertama orang menahan lapar dan haus serta tidak bergaul dengan istri di siang hari. Orang beriman yang melakukan ini adalah orang yang sabar. Hadis Nabi menyebutkan “puasa itu adalah setengah Sabar”. Tingkatan kedua adalah puasakan panca indra, seperti tangan, kaki, dan lainnya dari hal-hal yang melanggar ajaran Islam. Puasa tingkatan ketiga adalah puasa hati dengan berusaha membersihkannya, bukan hanya di dalam bulan Ramadhan tetapi juga di luar bulan Ramadhan. Misalnya, jangan menjelek-jelekkan orang lain, dst.

Dikatakan pula dengan puasa demikian di atas, akan diberi ganjaran oleh Allah dengan pahala 10 kali sampai 700 kali lipat, tergantung pada tingkatan puasa yang dilakukan oleh umat Islam. Disisi lain, puasa adalah amanah langsung dari Allah Swt sebagai hubungan vertikal. Namun secara hubungan horisontal tetap terjaga, misalnya mahasiswa mendapat amanah dari orang tua untuk kuliah dan menjadi sarjana di UMI.

“Jangan sampai ada mahasiswa yang terlalu aktif berorganisasi, namun lupa akan kewajibannya kuliah. Walaupun kemampuan berorganisasi mutlak diperlukan untuk bekal di masa depan, tetapi tujuan utama adalah kuliah. Demikian pula dosen dan karyawan UMI untuk amanah menjalankan tugas sesuai dengan SOP yang telah digariskan. Jika ada yang lalai dari amanah adalah kehancuran,” urainya.

UMI adalah lembaga besar dimana pejabatnya juga harus amanah. Dalam perjalanannya mengalami beragam cobaan, misalnya kasus di RS Ibnu Sina, dan kasus.mahasiswa Fak.Kedokteran UMI beberapa waktu lalu.

“Perlu dievaluasi jangan sampai ada pemegang amanah yang tidak mengerjakan tugasnya sesuai dengan tugas yang diamanahkan padanya. Ini menjadi hal-hal yang perlu dievaluasi. Semuanya harus bertanggung jawab dalam meneruskan kelangsungan lembaga UMI yang besar ini,” kuncinya.

(Humas UMI)

Previous Kultum Ramadhan Civitas Akademika UMI
Next UMI Satu-Satunya PTS Diundang Dirjen Dikti Pertemuan PPI di Bali

You might also like

Road Show Doa dan Zikir LPDKI UMI Lanjut ke Soppeng

UMI Makassar – Lembaga Pengembangan Dakwah dan Kampus Islami (LPDKI) UMI melanjutkan Road Show Zikir dan Doa di sejumlah SMA, SMK dan MA di Soppeng (22/2). Setelah sebelumnya road show

Prof Quraish Shihab Ajari Dosen & Staff UMI Jadi Da’I

UMI Makassar – Prof.Dr.HM.Quraish Shihab menjadi pembicara pada pelatihan da’i/da’iah Dosen dan Karyawan UMI di lantai 1 Masjid Umar Bin Khattab Kampus 2 UMI (19/4), dengan Tema “Metode Dakwah Menurut

Kultum Kisah Inspiratif

UMI Makassar – Kultum tentang Kisah Inspiratif berlangsung di Masjid Umar Bin Khattan Kampus 2 UMI (9/11) oleh Dr.H.M.Ishaq Shamad, M.A. Hadir Wakil Rektor IV UMI KH.M.Zein Irwanto, sejumlah Wakil