Makassar, umi.ac.id – Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Dr.dr. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG(K), MARS didaulat menjadi narasumber tunggal dalam Kegiatan Raboan Online Universitas Gajah Mada (UGM), Rabu (9/9/2020).

Diskusi bertajuk ‘Isu-isu Etik dalam Penanganan Kasus Obstetri dan Ginekologi di masa pandemi COVID-19’ ini, diselenggarakan langsung Center of Bioethics and Medical Humanities (CBMH) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM).

Kegiatan mingguan yang dipandu langsung Prof. Dr. Moh. Hakimi, Ph.D, SpOG(K) diikuti sejumlah peserta dari pakar ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat seperti Prof. dr. Soenarto, Sp.THT-KL (Pakar Bioetika di FK-KMK UGM), Prof. dr. Yati Soenarto, Sp.A(K), Ph.D yang juga adalah pakar bioetika di FK-KMK UGM, dan Prof. dr. Hakimi, Sp.OG(K), Ph.D yang juga pakar Bioetika dan sekaligus Guru Besar Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-KM UGM, dan Prof. dr. Ariawan, Sp.OG(K) dari FK UNDIP Semarang.

dr Nasruddin mengungkapkan, diskusi kali ini berlangsung menarik, sebab dihadiri para pakar dan guru besar dari perguruan tinggi ternama seperti UGM dan Universitas Diponegoro.

“Alhamdulillah sebuah kehormatan dan kepercayaan bahwa CBMH FK-KMK UGM mengundang Wakil Dekan 1 FK UMI yang juga Pengampuh Biotika secara khusus sebagai narasumber tunggal atau pakar pada diskusi onlien ini. Jadi pada kesempatan ini, kami diberi kesempatan untuk menjelaskan bagaimana kemudian kondisi-kondisi penanganan secara medis kasus-kasus ibu yang hamil (obstetri) dan dilema-dilema etiknya,” papar alumni Fakultas Kedokteran UMI ini.

“Jadi pada diskusi ini, banyak sekali kasus tidak hanya dilihat dari sisi medisnya saja tetapi bagaimana kemudian bisa ditangani atau bisa dilakukan penanganan yang lebih komprehensif dan lebih holistik yaitu dengan pendekatan medis, dilanjutkan dengan pendekatan atau kajian-kajian etik, sosiokultural, budaya, keluarga,” sambung Dokter Nas, sapaan akrabnya.

Sebagai akademisi dari Perguruan Tinggi Islam UMI, Dr Nas tidak lupa menyampaikan pendekatan dari perspektif islam dalam pengananan kasus-kasus obstetri dengan COVID-19 yang perlu dilakukan.

“Sehingga kami bersyukur sekali bisa sharing tentang bagaimana kita melihat masalah obstetri dimasa pandemik COVID-19 ini dari perspektif Medis, etik, sosiokultural, dan juga perspektif Islamnya,” tutur Wakil Dekan FK UMI yang dikenal sangat milenial ini.

Terpantau, peserta yang hadir dalam diskusi ini berkisar 100 orang, termasuk pakar, mahasiswa dan juga PPDS dari berbagai daerah seperti Jawa, Palu, Kendari dan Makassar.

(HUMAS)