Makasaar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI lewat Fakultas Teknologi Industri (FTI) bekerjasasama dengan Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) memggelar Webinar Series membahas Kolaborasi Riset di Masa Pandemi Covid-19.

Webinar via Zoom yang berjalan secara Live di youtube ini bertajuk ‘Shaping Research & Collaboration in the New Normal’. Kegiatan ini berlangsung, Kamis (25/6/2020).

Terpantau, kegiatan yang dihadiri oleh pejabat FTI UMI seperti Dekan FTI UMI Dr Ir Zakir Sabara ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah se-Indonesia.

Webinar yang dipandu langsung oleh Ir. Hj. Setyawati, ST.,MT, PhD, IPM, ASEAN Eng dan Teguh Kurniawan, ST., MT., PhD ini membahas 3 topik besar diantaranya Membangun Kekuatan RisetNasional dengan Collaborative Resource Sharing oleh M. Wiratni Budhijanto, ST., MT., PhD (Kaprodi Magister Teknik Kimia UGM).

Materi selanjutnya adalah How to Produce Publishable Research. Materi ini dipaparkan oleh Dosen & Peneliti Magister Teknik Kimia UNTIRTA, Dr. Endarto Y Wardhono, ST., MT,. Narasumber berikutnya ialah Dosen FTI UMI, Dr. Ir. Andi Aladin, MT, IPM dengan judul materi menggali kearifan lokal untuk mengatasi pandemi.

Dan materi terakhir adalah Hilirisasi Riset: Dari Ruang Kuliah hingga Pasar Internasional oleh Direktur ARC & Dosen UNSYIAH, Dr Syaifullah Muhammad, ST., M.Eng.

Sebelum memulai diskusi moderator menyapa seluruh peserta dan menjelaskan profile masing masing-masing narasumber.

Setyawati yang juga merupakan WD I FTI UMI mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong hilirisasi riset dan pastinya soal riset yang dilakukam secara kolektif.

“Ada semua dari berbagai daerah saya tidak bisa sebut satu persatu, mari melakukan yang terbaik demi bisa kontribusi,” ungkapnys.

Ia melanjutkan, webinar penelitian alias riset bertujuan agar menciptakan penjurnal ilmiah lebih banyak dan meningkat secara drastis. Semoga para narasumber membahas tentang bagaiamana menerbitkan karya ilmiah dari berbagai aspek, termasuk kearifan lokal,” beber Setyawati.

Diskusi yang berlangsung khidmat ini tampak sangat interaktif antara semua pihak, salah satunya antata narasumber dan peserta.

(HUMAS)