Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi menggelar takhirj thalabat wisuda Sarjana, Profesi, Magister, Program Pascasarjana Magister dan Doktor periode pertama tahun akademik 2020/2021 secara virtual, Sabtu (4/7/2020).

Terlihat, wisuda kali ini berlangsung haru. Itu terjadi saat para peserta wisuda diberi kesempatan untuk membawakan bunga untuk orang tua masing masing. Air mata haru sontak mewarnai wajah mereka. Peluk dan cium sebagai bentuk cinta kepada orang tua menghias momen sakral kali ini.

Dalam kesempatan itu pula, hadir diantaranya Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo Prof. Dr. Jasruddin Daud, M.Si, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. H Mansyur Ramli, M.Si, Ketua Yayasan UMI H.M Mukhtar Nurjaya, Rektor UMI Prof.Dr.H Basri Modding, S.E, M.Si, serta para anggota senat UMI.

Dalam sesi pertama ini, jumlah peserta Takhrij Thalabat UMI periode pertama diikuti 560 wisudawan dan wisudawati Mereka terbagi atas enam Fakultas.

Ketua Yayasan Wakaf UMI Mokhtar Noerjaya mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang berhasil meraih gelar sarajan dan profesi, magister dan sarjana.

“Seorang terpelajar tidak akan berhenti belajar meski ia telah menjadi seorang alumni. Jika ia berhenti maka kwalitas keilmuan akan pincang. Anak anakku. Sebagai alumni yang lepas secara formal, hendaklah selalu memuliakan orang lain. UMI telah melahirkan kalian menjadi cendekiawan muda,” tutur Mokhtar Noerjaya.

Sementara, Rektor UMI, Prof Basri Modding mengungkapkan, sebagai lembaga perguruan tinggi yang diakui pemerintah dengan akreditasi unggul ‘A’ pertama di luar pulau Jawa dan satu-satunya di Indonesia Timur, UMI tetap berkomitmen memajukan dan menciptakan cendekiawan Islam muda dalam berbagai situasi.

Ini, kata Prof Basri Modding, membuktikan bahwa UMI tetap menjaga produktifitasnya meski di tengah gempuran Covid-19. Wisuda kali ini, disebutkan Guru Besar Fakultas Ekonomi UMI ini, walapun pertama kali diadakan secara virtual, namun tidak mengurangi esensi dan substansi pelaksanaan.

“Pelaksanaan Wisuda Sarjana (Takhrij Thalabat) UMI, berbeda dari biasanya yang digelar dengan offline, dirayakan di kampus atau di hotel bersama teman-teman dan dihadiri kedua orang tua tercinta. UMI untuk pertama kalinya menggelar wisuda sarjana secara daring, sejak didirikan tahun 1954. Hal ini dikarenakan Pandemi wabah covid 19 yang masih belum melandai hingga saat ini,” ungkap Prof Basri Modding.

“Namun demikian tidak menyurutkan nilai kesakralan dan substansi proses pelaksanaannya sebagaimana biasanya. Proses wisuda yang digelar dua sesi pada hari ini, tetap dilaksanakan sesuai dengan pakem, yang membedakan hanya anak-anakku dan saudara-saudaraku merayakan bersama orang tua dan keluarga di rumah dan tatap muka dibatasi dengan ruang yang berbeda,” sambung alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

(HUMAS)