Makassar, umi.ac.id – Persiapan Universitas Muslim Indonesia (UMI) menuju akreditasi program studi berkelas internasional makin mantap. Berbagai persiapan dan tahapan telah dilalui.

Ini terlihat usai pagelaran Workshop Kurikulum Berbasis Outcomes Based Education (OBE) pada Rabu (20/1/2021). Kegiatan yang yang berlangsung secara virtual ini dipusatkan di Lantai 9 Menara UMI Jalan Urip Sumohardjo, Makassar.

Workshop ilmiah yang menghadirkan Akademisi Intitut Teknologi Bandung (ITB) Drs. Pepen Arifin, Ph.D. ini telah berlangsung sejak 4 Desember 2020. Peserta terdiri atas para Ketua Prodi, Sekertaris Prodi, Penanggungjawab Sistem Mutu Fakultas dan seluruh Tim Penyusun Kurikulum Prodi lingkup UMI.

Saat acara penutupan, Rektor UMI yang diwakili Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ir. H Hanafi Ashad, ST, MT, IPM mengatakan, dalam beberapa waktu ke depan pasca kegiatan Wokshop ini, UMI akan melakukan evaluasi perihal kesiapan menuju akreditasi internasional yang berbasis OBE.

“Saya berharap setalah ini ada evaluasi yang dilakukan oleh LPM untuk memantau perkembangan. Sehingga demikian, pihak Universitas benar-benar bisa menjamin bahwa capaian dari workshop ini benar kita terima,” ungkap Hanafi Ashad.

“Dan selanjutnya akan terus kita lakukan pemantauan bahkan bila dipandang perlu, akan diambil sebuah kebijakan yan mengawal untuk tercapaianya kurikulum berbasis OBE ini,” sambung Mantan Dekan Fakultas Teknik UMI dua periode tersebut.

Sementara selaku penanggung jawab penyelanggara kegiatan kegiatan, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMI, Prof. Dr. Ir. Abdul Makhsud, DEA memastikan, jika pihaknya akan melakukan pengawalan secara maksimal kepada setiap prodi.

“Seperti yang disampaikan oleh pak WR 1, dari awal pak Rektor mendukung penghargaan kepada teman-teman yang sudah berhasil menyusun system berbasis OBE ini. Kemudian kami akan melakukan pemantauan mana prodi yang kita anggap sudah memenuhi syarat untuk kita implementasikan ke depan,” papar Prof Makhsud.

UMI menargetkan dalam beberapa waktu ke depan, akan da prodi yang diajukan untuk dilakukan assessment akreditasi internasional, tambah alumni Fakultas Teknik UMI ini.

(HUMAS)