Makassar, umi.ac.id – Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) Universitas Muslim Indonesia (UMI) gelar Online Course bertajuk ‘Workshop Metode Penelitian Kualitatif’, Senin (27/7/2020).

Acara yang diadakan secara virtual ini, berlangsung pada tanggal 27-29 Juli 2020, diikuti Dosen Universitas Muslim Indonesia dan Dosen dari luar UMI, diantaranya Universitas Mataram, Universitas Islam Malang, STIE Amkop, Unifa, dan beberapa utusan PT Kab/Kota se Sulsel.

Workshop yang dibuka langsung Ketua LP2S UMI, Prof. Dr. H. Syahnur Said, MSi., menghadirkan Narasumber Dr. Ari Kamayanti, A.Md., SE.,MM.,MSA.,AK.,CA, Direktur Peneleh Research Institute yang juga Dosen Politeknik Negeri Malang.

Prof. Syahnur sapaan akbranya dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini merupakan kegiatan yang ketiga dan kali ini diikuti 79 orang peserta yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan keilmuan dosen di bidang Penelitian khususnya metodologi penelitian kualitatif.

Lanjut dikatakan, penelitian merupakan ruh dan esensi dosen. Penelitian merupakan suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan penerapan metode ilmiah.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini menyebutkan, kegiatan ini hanya menghadirkan satu narasumber agar peserta pelatihan bisa mengikuti alur materi secara terstruktur dan rapi. “Pelatihan 3 (tiga) hari ini sengaja kami menetapkan narasumber tunggal agar Bapak/Ibu dapat mengikuti secara runtut terkait bagaimana filosofi sampai kepada penyajian penelitian kualitatif ,” imbuh Prof Syahnur.

Hari pertama, narasumber akan menyampaikan materi, filosofi penelitian kualitatif dan melanjutkan pengantar paradigma penelitian kualitatif non postivisme dan hari kedua, narasumber akan menyampaikan materi dasar-dasar penelitian kualitatif berkualitas, fenomenologi. Hari ketiga dengan materi etnografi, dan penyeajian penelitian kualitatif, ujar Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

Sementara itu, Dr. Ari Kamayanti, A.Md., SE.,MM.,MSA.,AK.,CA, selaku narasumber mengawali materi dengan menyampaikan filosofi penelitian kualitatif bahwa setiap aktivitas yang dilakukan tergantung niatnya termasuk dalam melaksanakan penelitian. Penelitian berpihak adalah penelitian yang meyakini bahwa nilai tertentu harus ditegakkan, diaksikan oleh karenanya tujuan penelitian harus menggerakkan Hijrah (perubahan menuju kebaikan religus dan kebangsaan.

Lanjut dikatakan, pendekatan kualitatif ada pada sebuah kontinuum (antara subjektif-objektif sampai dengan sangat subjektif). Bagi peneliti kualitatif, ilmu itu tidak harus objektif, karena objektivitas tidak ada, dan jika objektivitas tidak ada maka bentuk pengukuran (kuantitas) tidak lagi penting.

Penelitian kualitatif jauh lebih subjektif dari pada penelitian atau survei kuantitatif. Sebab penelitian kualitatif menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu, dalam menggunakan wawancara secara mendalam.

Dr Ari juga menyampaikan etika penelitian kualitatif, yaitu sampaikan maksud penelitian, ijin terlebih dahulu sebelum merekam, mencatat dan wajib melindungi informasi.

(HUMAS)