Wakil Rektor III UMI Prof. Dr. H. Laode Husen, SH,MH mengajak umat untuk menaati Allah, Rasulullah dan Pemerintah. Demikian disampaikan melalui Video yang tayang pada Pesantren Ramadhan Virtual UMI (Jum’at, 1 Mei 2020). Hadir Host Dr. Nurjannah Abna, M.Pd dan Dr. M. Ishaq Shamad,M.A beserta sejumlah peserta dari berbagai daerah, bahkan ada dari Maluku Utara, Kabupaten Konawe dan sejumlah daerah di Sulsel.

Prof. Dr. Laode Husen mengajak jamaah untuk tetap meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadhan walaupun dalam masa pandemic Covid-19 dan berdoa agar wabah virus corona cepat berlalu, sehingga kita dapat beraktifitas secara normal, harapnya.

Sementara itu Direktur Pesantren Darul Mukhlishin Padanglampe UMI Dr.H.Abd.Basith, Lc,MA membahas pentingnya shalat tarawih. Dikatakan puasa Ramadhan yang dilaksanakan dengan iman dan mengharap ridha Allah disertai ibadah lainnya, seperti shalat tarawih, maka dosa-dosanya yang lalu, diampuni Allah Swt, jelasnya.

Seorang peserta Nurtia Lahasani mempertanyakan apakah shalat tarwih pakai masker di Masjid tetap sah? Host Dr. M. Ishaq Shamad menjelaskan, hal-hal yang membatalkan shalat, antara lain jika melakukan gerakan di luar gerakan shalat, berbicara selain bacaan shalat, dst, tetapi jika memakai masker, shalatnya tetap sah. Namun disayangkan jika di wilayah Nurtia (Maluku Utara), sudah diterapkan PSBB, namun sejumlah jamaah masih melaksanakan shalat jamaah tarwih di masjid. Tentu hal ini akan membahayakan jamaah dan masyarakat lainnya, sebab kita tidak tahu siapa diantara jamaah yang sudah tertular virus Covid 19. Pemahaman umat tentang shalat tarwih di rumah perlu ditingkatkan, sebab Nabi Muhammad Saw mencontohkan hanya 3 malam shalat tarwih di masjid, sisanya shalat tarwih di rumah, jelasnya.

Selanjutnya, Ulya mempertanyakan bagaimana jadi imam tarwih kalau hafalan surahnya hanya 3 surah saja (three Qul)? Host M. Ishaq Shamad menjelaskan bahwa membaca surah dalam shalat, hukumnya sunat, jadi tanpa membaca surah-pun, kecuali Q.S. Al-Faatihah yang wajib dibaca, shalatnya tetap sah. Jika hanya 3 surah saja yang dihafal, maka ketiga surah itulah yang diulang-ulang dalam setiap rakaat shalat tarwihnya, jelasnya. Host Nurjannah Abna menambahkan, tetapi sangat penting juga agar berusaha menambah hafalan surahnya, sehingga bisa membaca surah yang bervariasi, tambahnya.

Peserta lainnya, Nurul Huda mempertanyakan shalat tarawih di akhir waktu, apakah lebih afdhal? Host M. Ishaq Shamad menjelaskan di dalam Al-Qur’an disebut ‘Ashshalaatu alaa waqtiha” (shalat-lah pada waktunya). Namun shalat malam memang dianjurkan untuk dikerjakan di akhir waktu, terutama 1/3 malam, karena saat itu dalam keadaan sunyi, sehingga bisa lebih khusyu’ ibadah kepada Allah Swt. Namun shalat tarwih sebaiknya dikerjakan di awal waktu setelah shalat isya, kemudian dilanjutkan shalat witir. Nanti 1/3 malam kemudian bangun shalat tahajjud, itu lebih baik, jelasnya.

Hal ini dibenarkan juga oleh Ustadz H. Yunus, Lc., MA (Dosen PQ Pesantren Padanglampe UMI) yang ikut join acara ini. Dikatakan, sebaiknya shalat tarwih diawal waktu, supaya lebih semangat, katanya.

Host Nurjannah Abna mengingatkan agar peserta pesantren Ramadhan Virtual UMI dapat memanfaatkan fasilitas bebas tes masuk di UMI, jika lebih dari 10 kali ikut acara ini, kecuali Fak. Kedokteran, Fak. Kedokteran Gigi dan Fak. Farmasi Selain itu, diinfokan bahwa insyaa Allah mulai tanggal 2 Mei 2020 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, UMI membuka pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021, dan mendaftar boleh dari rumah masing-masing melalui spmb.umi.ac.id.

(HUMAS)