UMI Makassar – Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar acara talk show dan nonton bareng film G30S/PKI, di Pelataran Parkir FTI UMI, Sabtu (30/9) sore.

Acara yang mengangkat tema Kami Untuk NKRI ini menghadirkan Dandimtabes 1408/BS Kolonel Kav Otto Sollu dan Dekan FTI UMI Zakir Sabara sebagai narasumber talk show.

Otto Sollu mengatakan, ideologi PKI menjadi tantangan bangsa ke depan yang perlu diwaspadai.

“PKI ini meski partainya sudah dibubarkan, tapi ideologinya masih ada, ini yang berbahaya dan perlu diwaspadai,” ungkapnya.

Dikatakan pula, ke depan salah satu tantangan bangsa adalah krisis energi yang meliputi krisis pangan dan air.

“Energi sangat penting, 70 persen konflik dunia karena berebut energi, dan juga saat ini banyak negara kekurangan pangan. Pendiluduk bumi sudah over dan pertumbuhan penduduk cepat sementara penyediaan energi terbatas. Suatu saat negara lain akan berlomba mencari sumber daya,” ungkapnya.
Menurutnya, permasalahan Indonesia sangat berat, dan sudah dipahami negara lain, yaitu mudah pecah belah. Hal inilah yang menurutnya dapat jadi jalan masuk untuk meruntuhkan NKRI.

Sementara itu, Zakir Sabara menyoroti masih kerap adanya mahasiswa yang memiliki paham ke-kirian yang juga dianggap berpotensi menuju ke arah ideologi PKI.

Ideologi saat ini masuk ke kumuhan, kumuh cara berfikir, kumuh cara bertindak, dan kumuh cara bergaul. Jika ada mahasiswa yang ideologinya ke kirian, itu berbahaya.

“Mahasiswa saat ini harus menjauhi paham tersebut, dan harus menjadi mahasiswa berprestasi, serta menciptakan iklim kampus yang kondusif,” pesannya.
Nobar film G30S/PKI di FTI UMI ini rencananya juga akan dihadiri Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!